HUKUM

Eks Bos BTN Ditahan, Pengamat: Keseriusan Kejagung Harus Diapresiasi

MONITOR, Jakarta – Langkah Kejaksaan Agung RI menetapkan dua tersangka kasus dugaan gratifikasi yang melibatkan mantan bos BTN, Mulyono, layak diapresiasi. Pengamat Hukum Tata Negara Said Salahuddin mengatakan setiap upaya dari institusi negara untuk memberantas korupsi tentu harus mendapatkan dukungan dan diapresiasi, termasuk dalam pengungkapan kasus dugaan gratifikasi oleh Kejagung.

“Kalau kita cermati, kinerja Kejagung dalam memproses kasus tersebut memang menunjukan adanya kesungguhan dari institusi itu untuk membongkar pihak-pihak yang terlibat didalamnya,” tutur Said Salahuddin saat dihubungi MONITOR.

Ia menjelaskan, hanya beberapa hari setelah Maryono dan Yunan Anwar ditetapkan sebagai tersangka, Kejagung sudah langsung menetapkan tersangka lainnya, yakni menantu Maryono, Widi Kusuma, dan Ichsan Hasan.

“Ini memperlihatkan keseriusan Kejagung, dan kita tentu harus mengapresiasi,” terangnya.

Akan tetapi, kata dia, pada sisi lain hak-hak para tersangka seperti hak untuk mengajukan praperadilan, misalnya, tentu juga harus diberikan serta tidak boleh dihalang-halangi.

“Sebab, bisa saja para terdakwa itu mampu membuktikan di pengadilan bahwa proses penetapan status mereka oleh Kejagung tidak sah menurut hukum. Namun apa pun kondisinya ke depan, saya berharap kasus ini bisa dimajukan ke muka sidang pengadilan agar publik mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi pada kasus tersebut, dan dapat ditemukan pihak-pihak lain yang ikut terlibat,” pungkasnya.

Recent Posts

Panen 88 Hari, Demplot Padi Organik di Subang Tingkatkan Produktivitas hingga Tiga Kali Lipat

MONITOR, Subang – Demplot budidaya padi organik di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan,…

5 jam yang lalu

DPR Dukung Aksi Jerhemy Nemo Tebang Sawit Ilegal, Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…

21 jam yang lalu

Legislator Soroti Dugaan Klaim Fiktif JKN, Dorong Agar Diusut Tuntas karena ‘Rampok’ Uang Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…

22 jam yang lalu

Evaluasi Haji Embarkasi Banjarmasin, Menhaj Utamakan Istithaah Kesehatan Hingga Nol Toleransi Pelanggaran

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…

22 jam yang lalu

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…

22 jam yang lalu

Sikapi Penyesuaian BPIH 2027, Menhaj Tekankan Efisiensi Tanpa Turunkan Kualitas Layanan

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…

23 jam yang lalu