BERITA

Satu Persatu Anak Buah Anies ‘Tumbang’ Terpapar Covid-19

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sepertinya harus lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona di lingkungan kerjanya. Ini setelah adanya informasi kalau beberapa anak buah Anies ‘tumbang’ karena terpapar Covid-19.

Anak buah Anies yang ‘tumbang’ karena terpapar Corona salah satunya adalah Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati. Kabar Suzi terpapar Covid-19, dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Chaidir.

Menurut Chaidir, Suzi terpapar Covid-19, setelah melakukan test swab dan hasilnya positif terpapar Corona. Lanjut Chaidir, saat ini, Suzi sudah menjalani isolasi mandiri di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat.

“Kami bari mendapat kabar hasil swab Ibu Susi, Senin, (24/8) hasil swabnya menunjukan positif. Dan Ibu Susi langsung melakukan swab mandiri,” ujar Chaidir.

Dengan terpaparnya Suzi, dijelaskan Chaidir, Pembatasan jam kerja di lingkungan Pemprov DKI Jakarta semakin dimasifkan.

“Sampai saat ini, kami belum mengetahui, apakah Suzi terpapar di lingkungan kantor atau di luar kantor,” ungkap Chaidir.

Chaidir pun mengklaim sejak pemberlakuan PSBB, penerapan dan pengawasan protokol kesehatan, serta pembatasan kerja sudah berjalan dengan baik. Ia juga menyebutkan, Pemprov DKI akan memberlakukan screening atau pemeriksaan secara massal terhadap pegawai melalui swab sebagai pembatasan tambahan.

Sekedar diketahui, sebelumnya, Selasa (18/8), Dirut Utama Perimda Pasar Jaya, Arief Nasrudin dikabarkan terinfeksi Covid-19. Bahkan kabar tersebut, sempat diamini oleh Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Selasa, 18 Agutus lalu.

“Ya informasinya begitu, nanti saya cek lagi kepastiannya,” katanya.

Ariza mengaku, belum mengetahui secara rinci kondisi Arief. Namun dia berpesan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol pencegahan Covid-19 yakni 3M, diantaranya memakai masker, menjaga jarak 1-2 meter dan mencuci tangan sesering mungkin.

Sementara pemerintah daerah, kata dia, menggiatkan upaya 3T yaitu testing, tracing (melacak) dan treatment (pengobatan). Upaya ini dilakukan untuk mengendalikan wabah Covid-19 di Ibu Kota.

“Prinsipnya semua (masyarakat harus) melaksanakan 3M,” pungkasnya.

Recent Posts

Kembangkan Teknologi Pengolahan Air, Tiga Perusahaan Jajaki Kerja Sama Strategis di Kawasan Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat penguatan infrastruktur pengelolaan air dan limbah di kawasan…

2 jam yang lalu

DPR Dorong Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur dan Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan duka cita yang…

2 jam yang lalu

Komisi IX DPR Kritik BGN Tetap Beri Insentif Besar ke SPPG Meski Tutup

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengkritik keras kebijakan Badan…

2 jam yang lalu

Evaluasi Insiden di Bekasi, Komisi V DPR: Integrasikan Pusat Kendali dan Percepat Pemisahan Jalur Kereta

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras memberi catatan…

2 jam yang lalu

Perkuat Struktur Perdagangan, Kemendag Dukung Penuh Implementasi KBLI 2025

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perdagangan menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia…

5 jam yang lalu

Wamenaker: Tata Kelola Sehat dan SDM Kompeten Kunci Daya Saing BUMN

MONITOR, Tangerang – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa tata kelola perusahaan yang sehat…

6 jam yang lalu