INDUSTRI

Kembangkan Teknologi Pengolahan Air, Tiga Perusahaan Jajaki Kerja Sama Strategis di Kawasan Industri

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat penguatan infrastruktur pengelolaan air dan limbah di kawasan industri sebagai fondasi menuju industri nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, kebutuhan air bersih dan sistem pengolahan limbah andal makin krusial seiring pertumbuhan manufaktur. Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan air limbah masih menjadi tantangan yang perlu diatasi lewat teknologi modern.

“Penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan industri yang berdaya saing sekaligus mendukung target net zero emission sektor industri pada tahun 2050,” ujar Menperin dalam keterangan resmi di Jakarta, pekan lalu.

Tiga Perusahaan Kolaborasi Hadirkan Solusi Desalinasi
Langkah nyata ditunjukkan lewat penjajakan kerja sama strategis antara PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd. Kolaborasi ini fokus menghadirkan solusi pengolahan air, air limbah, serta desalinasi air laut di kawasan industri.

Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat ketersediaan air baku berkelanjutan, meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah industri, serta menjaga ketahanan sumber daya air di berbagai wilayah industri Indonesia.

Tak hanya itu, pengembangan teknologi desalinasi air laut juga membuka peluang peningkatan kapasitas produksi garam industri nasional. Upaya ini menjadi bagian strategi pemerintah mengurangi ketergantungan impor bahan baku strategis dan memperkuat kemandirian industri.

Akselerasi Ekonomi Sirkular di Kawasan Industri
Kemenperin juga mengakselerasi penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali air limbah, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta optimalisasi sumber daya air secara efisien. Pendekatan ini diyakini mampu mendongkrak produktivitas industri sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan jangka panjang.

Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII) berperan aktif mendukung realisasi proyek pengolahan air dan limbah. Ditjen KPAII memfasilitasi investasi dan memperluas kerja sama internasional guna memperkuat daya saing industri nasional.

Target Proyek Percontohan dan Transfer Teknologi
Sebagai langkah lanjutan, kerja sama tiga perusahaan itu diharapkan segera diwujudkan melalui proyek percontohan di kawasan industri.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga dapat mempercepat transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global,” tutup Menperin Agus.

Recent Posts

DPR Dorong Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur dan Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan duka cita yang…

2 jam yang lalu

Komisi IX DPR Kritik BGN Tetap Beri Insentif Besar ke SPPG Meski Tutup

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengkritik keras kebijakan Badan…

2 jam yang lalu

Evaluasi Insiden di Bekasi, Komisi V DPR: Integrasikan Pusat Kendali dan Percepat Pemisahan Jalur Kereta

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras memberi catatan…

2 jam yang lalu

Perkuat Struktur Perdagangan, Kemendag Dukung Penuh Implementasi KBLI 2025

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perdagangan menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia…

5 jam yang lalu

Wamenaker: Tata Kelola Sehat dan SDM Kompeten Kunci Daya Saing BUMN

MONITOR, Tangerang – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa tata kelola perusahaan yang sehat…

6 jam yang lalu

Perluas Jejaring Internasional, UIN Jakarta Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Türkiye

MONITOR, Jakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta terus memperluas jejaring kerjasama internasional…

6 jam yang lalu