BERITA

Rapim Kemenag DKI Jakarta, Kabiro SDM Sebut Kepemimpinan Level 5

MONITOR, Jakarta— Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Muhammad Zain menegaskan pentingnya lompatan kinerja yang melampaui capaian biasa.

Menurut Zain, institusi yang berada di ibu kota negara dengan tantangan yang semakin kompleks, seluruh jajaran harus mampu menghadirkan inovasi dan menciptakan nilai tambah (leverage), bukan sekadar bekerja pada level rata-rata (average).

“Institusi dituntut untuk terus bergerak dari kategori good menuju great melalui kepemimpinan yang visioner dan adaptif terhadap perubahan zaman,” tegas Zain dalam Rapat Pimpinan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta di Aula Kementerian Agama Jakarta Barat, Rabu (11/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Ia memperkenalkan konsep kepemimpinan level lima, Jim Collins—sebagai media lompatan kinerja— yakni perpaduan antara kekuatan spiritualitas dan pemanfaatan teknologi.

“Level 5 leaders channel their ego needs away from themselves and into the larger goal of building a great company.” kutip Zain dari buku Good to Great.

Pemimpin Level 5 (Kompetensi, sinergi, manajemen, inspiratif dan rendah hati) mengarahkan ambisi bukan untuk membesarkan diri sendiri, melainkan untuk membangun organisasi yang hebat dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Zain menjelaskan AI, kecerdasan buatan (artificial intelligence) sebagai alat untuk mendukung kepemimpinan level 5 tersebut. Teknologi adalah mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan, kecepatan kerja, dan ketepatan pengambilan keputusan.

“Artificial intelligence harus bekerja mendampingi kita. Dengan memadukan nilai-nilai spiritual dan teknologi, kita dapat menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan berdampak,” imbuh Kabiro SDM.

Selain itu, ia juga menyoroti persoalan kekosongan jabatan yang masih terjadi di sejumlah unit kerja. Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata persoalan keterbatasan sumber daya, melainkan akibat kurang optimalnya proses pengelolaan dan tindak lanjut administrasi.

“Kekosongan jabatan itu terjadi karena administrasi tidak terupdate. Manajemen harus berjalan proaktif agar roda organisasi tetap bergerak secara efektif,” pungkasnya.

Recent Posts

Menaker Terima Audiensi Koalisi Buruh, Bahas RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)…

2 jam yang lalu

Banpres Pemulihan Usaha Jangkau Para Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

MONITOR, Padang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi…

2 jam yang lalu

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

14 jam yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

17 jam yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

20 jam yang lalu

Alih Generasi dan Tantangan Sensus Pertanian, HKTI Lumajang Dorong Transformasi Smart Farming

MONITOR, Lumajang - Penurunan jumlah usaha pertanian di Kabupaten Lumajang dalam beberapa tahun terakhir menjadi…

22 jam yang lalu