EKONOMI

Bebas OPTK, 188,7 Ton Cengkih Asal Natuna Berlayar ke Semarang

MONITOR, Batam – Jaminan kesehatan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), kumbang tanduk panjang (Hexamitodera semivelutina), Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Kepulauan Riau melakukan pemeriksaan 188,7 ton cengkih (Eugenia aromatica).

Rempah unggulan tersebut berlayar ke Semarang, Jawa Tengah untuk bahan baku industri.

Kepala Karantina Kepri Hasim mengatakan pengiriman cengkih telah melalui serangkain tahapan pemeriksaan. Dimulai dari pemeriksaan administrasi hingga pemeriksaan kesehatan media pembawa atau komoditas.

“Sampel cengkih diambil untuk pengujian laboratorium Karantina Tumbuhan di Batam. Berdasarkan sertifikat hasil pengujian, cengkih tersebut bebas dari kumbang tanduk panjang, hama penggerek batang, yang sudah ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia (OPTK A2). Barantin menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antararea atau KT-3,” ungkap Hasim dalam siaran persnya di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (14/6).

Hasim menjelaskan bahwa petugas Karantina Satuan Pelayanan Natuna telah melakukan pemeriksaan 188,7 ton yang terdiri dari 152,7 ton bunga cengkih dan 36 ton tangkai cengkih. Berdasarkan data Triwulan I Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), Karantina Kepri sudah menyertifikasi sebanyak 15,84 ton dan periode April-Mei sebanyak 78,82 ton.

Cengkih Natuna sudah terkenal memiliki kualitas yang unggul, dengan aroma yang sangat menyengat dan rasa yang khas membuatnya banyak dicari untuk memenuhi kebutuhan industri parfum, kosmetik, dan rokok. Rempah Natuna berasal dari beberapa pulau di Kepulauan Riau, seperti Serasan, Pulau Laut, Pulau Midai, Pulau Tiga, Pulau Bunguran, Pulau Sedanau, dan lainnya.

Hasim menambahkan cengkih menjadi komoditas penting dengan nilai ekonomi tinggi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah kepulauan. Selama ini sektor perikanan memiliki andil penting, tetapi dengan adanya pengiriman cengkih membuktikan tanah ini diberikan berkah yang melimpah.

“Pengiriman cengkih ini membuktikan sektor pertanian terus produktif di tengah-tengah kondisi global yang tidak pasti. Pertanian mampu menopang denyut nadi perekonomian daerah di perbatasan,” tambah Hasim.

Penerbitan KT-3 tentunya untuk memberikan jaminan keamanan dan kesehatan cengkih sebelum dikirim ke daerah tujuan. Selain itu untuk memastikan tidak adanya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat tersebar ke berbagai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karantina Kepri berkomitmen penuh dalam memberikan kemudahan dalam setiap permohonan tindakan Karantina melalui aplikasi Permohonan Tindakan Karantina (PTK) Online. Konsep ini sangat cocok dengan Kabupaten Natuna yang memiliki geografis yang tersebar.

Mengusung semangat baru, Karantina terus bertransformasi semakin dekat dengan masyarakat. Namun, tetap melaksanakan pengawasan dan tindakan karantina melalui “Pelindungan Maksimal Pelayanan Optimal”, karantina menjadi garda terdepan dalam ancaman bioterorisme.

Recent Posts

Antisipasi Dampak El Nino dan Puncak Kemarau, DPR Dorong BNPB Orkestrasi Pendataan Ancaman Bencana

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menekankan pentingnya sistem…

7 jam yang lalu

Krisis Air Bersih Makin Membesar, Puan: Jangan Ada Masyarakat yang Berjuang Sendiri Dapatkan Hak Dasar

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti krisis air bersih yang semakin membesar…

7 jam yang lalu

Lewat Edu Tani Kementan Perkenalkan PMAAS untuk Dongkrak Produksi Padi

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) melalui Edu…

14 jam yang lalu

Menteri Agama Ajak Masyarakat Jabodetabek Hadiri Doa Kebangsaan 1 Agustus di Monas

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri…

17 jam yang lalu

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen TMMD Ke-129 Kodim 1807 Capai 68 Persen

MONITOR, Sorong Selatan – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim…

18 jam yang lalu

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Industri di Kawasan Transmigrasi

MONITOR, Kementerian Perindustrian proaktif mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis…

18 jam yang lalu