EKONOMI

Target Capai Pertumbuhan Ekonomi, Marwan Jafar PKB dorong Sinergi BI, Pemerintah dan KSSK

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, meminta Bank Indonesia (BI), Pemerintah, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci agar target pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya menjadi optimisme di atas kertas.

Marwan menilai berbagai tantangan global menuntut respons kebijakan yang lebih terintegrasi. Tanpa sinergi yang kuat, berbagai agenda strategis seperti penguatan kebijakan moneter dan fiskal, peningkatan intermediasi perbankan, penguatan konsumsi, ekspor, investasi, hingga percepatan pertumbuhan ekonomi daerah akan sulit diwujudkan.

“Kami mendorong BI, Pemerintah, dan KSSK tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinergi harus benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkualitas,” ujar Marwan di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia mengingatkan bahwa proyeksi ekonomi global masih penuh tantangan. Mengacu pada data World Economic Outlook (WEO) IMF, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan hanya mencapai 2,6 persen, sebelum meningkat menjadi 3,9 persen pada 2027. Sementara itu, BI masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,0–5,8 persen pada 2026, yang ditopang oleh konsumsi pemerintah serta ekspor barang dan jasa.

Legislator asal Dapil Jateng III ini juga meminta BI meningkatkan kebijakan intermediasi perbankan agar penyaluran kredit kepada dunia usaha semakin optimal. Menurutnya, masih besarnya undisbursed loan sekitar 22 persen dari total plafon kredit menunjukkan masih adanya ruang besar untuk meningkatkan pembiayaan sektor riil.

“Jangan sampai dana kredit hanya mengendap di perbankan. Kredit harus benar-benar mengalir ke sektor produktif, terutama UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Selain pertanian, pertambangan, dan konstruksi, pelaku usaha kecil juga harus memperoleh akses pembiayaan yang lebih besar,” katanya.

Marwan menambahkan, percepatan penyaluran kredit akan memperkuat implementasi Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) yang digagas BI. Karena itu, ia meminta BI menjelaskan capaian nyata berbagai program fasilitasi pembiayaan yang telah dijalankan.

“Kami ingin mengetahui sejauh mana realisasi program project expose, business matching, maupun Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Jangan sampai program-program tersebut hanya menjadi seremoni tanpa dampak nyata terhadap peningkatan akses pembiayaan UMKM,” ujarnya.

Recent Posts

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

5 jam yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

6 jam yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

6 jam yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

8 jam yang lalu

Partai Gelora Soroti Perubahan Data Desil DTSEN

MONITOR, Jakarta — Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penyaluran bantuan…

8 jam yang lalu

Verifikasi Seleksi PPIH 2027 Tetap Berjalan, CAT Dilaksanakan Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan proses Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

10 jam yang lalu