PARLEMEN

Komisi IX DPR Kritik BGN Tetap Beri Insentif Besar ke SPPG Meski Tutup

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengkritik keras kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang tetap memberikan insentif kepada sebanyak 1.720 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mesti ditutup sementara. Menurutnya, hal tersebut tak masuk akal.

“Pernyataan Kepala BGN bahwa pihaknya tetap menggelontorkan insentif Rp 6 juta per hari kepada SPPG yang ditutup sementara bukan sekadar cacat logika, melainkan sebuah skandal moral dan penghinaan telanjang terhadap nalar publik,” kata Charles Honoris, Kamis (28/4/2026).

Sebagai informasi, Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkap sebanyak 1.720 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia disetop sementara. Ribuan dapur program Makn Bergizi Gratis (MBG) itu ternyata tetap menerima insentif Rp 6 juta per hari meski operasionalnya dihentikan.

Adapun Kepala BGN berdalih insentif tetap disalurkan karena SPPG tetap melakukan kegiatan sampai operasional kembali aktif. Charles menilai alasan tersebut tak dapat dibenarkan apalagi di tengah klaim Pemerintah yang sedang melakukan efisiensi anggaran.

“Di satu sisi, Pemerintah terus menggemborkan retorika efisiensi anggaran dan penghematan di segala lini, namun di sisi lain, uang negara justru dihamburkan secara brutal untuk membiayai unit-unit yang sedang tidak beroperasi karena melakukan pelanggaran,” tuturnya.

Charles mengatakan, kebijakan BGN tersebut melukai hati rakyat di mana saat ini banyak masyarakat yang tengah kesulitan. Khususnya mereka yang belum merasakan keadilan Negara.

“Di tengah nasib guru honorer yang masih memprihatinkan dan sulitnya lapangan kerja bagi kaum muda, pemerintah justru begitu dermawan memberikan ‘hadiah’ kepada SPPG bermasalah,” ungkap Charles.

“Bagaimana mungkin pihak yang telah lalai hingga menyebabkan rakyat keracunan, sebuah kegagalan fatal dalam pelayanan publik, justru tetap mendapatkan guyuran Rp6 juta setiap harinya?” lanjutnya.

Charles juga menyoroti informasi yang diberikan oleh BGN mengenai jumlah dapur yang ditutup. Sebab ia menerima laporan, jumlah dapur yang telah ditutup berjumlah 3.778, bukan sebanyak 1.720 seperti yang diumumkan oleh Kepala BGN.

“Kalau SPPG-SPPG bermasalah itu ditutup selama 2 pekan saja, negara seharusnya sudah bisa menghemat Rp 317 miliar,” jelas Charles.

Menurut Pimpinan Komisi Kesehatan dan Gizi DPR ini, jumlah sebesar itu bisa dialokasikan untuk program lain yang lebih penting. Khususnya, kata Charles, pada program pendidikan dan kesehatan.

“Seharusnya bisa digunakan untuk program pendidikan atau meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan di garda terdepan, bukan malah dibuang percuma untuk membayar unit yang sedang disanksi,” ucap Legislator dari Dapil DKI Jakarta III tersebut.

Charles menyatakan, Komisi IX DPR akan meminta penjelasan dari Kepala BGN untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang sangat menyita perhatian publik ini dalam rapat kerja mendatang.

“Tujuan dari Makan Bergizi Gratis ini untuk perbaikan gizi anak, bukan untuk bagi-bagi proyek,” tegas Charles.

“Jangan sampai esensi utamanya untuk memperbaiki gizi rakyat justru dikhianati oleh manajemen yang bobrok,” tutupnya.

Recent Posts

Panen Demplot ExtraGen di Malang Tembus 12,5 Ton per Hektare, Pemkab Siapkan Pengembangan Lebih Luas

MONITOR, Malang - Pemerintah Daerah Kabupaten Malang bersama PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168)…

7 jam yang lalu

Kemenag RI Turun Tangan di GKPI Mauk Sepatan, Gembok Dikembalikan dan Jamin Kebebasan Beribadah

MONITOR, Tangerang — Kementerian Agama RI melalui Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, turun…

17 jam yang lalu

Produksi Padi dan Cabai Bogor Meningkat dalam Demplot Aplikasi Pupuk Hayati ExtraGen

MONITOR, Bogor - Produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor meningkat hingga mencapai 9 ton…

1 hari yang lalu

GNTI Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Kampung Nelayan Kalibaru

MONITOR, Jakarta - Ratusan warga Kampung Nelayan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mendapat layanan pemeriksaan kesehatan…

1 hari yang lalu

Hari Perdamaian Internasional: Palestina, Krisis Kemanusiaan, dan Dunia yang Tak Lagi Terusik

Oleh: Maria UlfaDosen Sastra Inggris, Fakultas Adab & HumanioraUniversitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan…

1 hari yang lalu