BERITA

PJJ Akan Dipermanenkan, DPRD DKI: Nadiem Harus Berpikir Ulang

MONITOR, Jakarta – Rencana Menteri Pendidikan, Nadiem Anwar Makarim, mempermanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menuai banyak kritik, diantaranya dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani. Politikus muda Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut Nadiem harus berpikir ulang ketika akan mempermanenkan PJJ.

“Saya pikir Mas Nadiem ini orang yang sangat paham keadaan bangsa, karakter anak-anak kita bagaimana, harusnya melek dulu sebelum memunculkan niat permanenkan PJJ,” ujar Zita dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/7).

Menurut putri dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), Indonesia ada 62 daerah tertinggal, Center of Reform on Economics (CORE) memperkirakan penduduk miskin akan bertambah menjadi 30,8 juta jiwa selama pademi, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan penduduk kita yang melek teknologi hanya sekitar 64,8%, itu artinya masih ada 92,99 juta penduduk Indonesia yang gagap teknologi.

“Dengan keadaan seperti ini harusnya Mas Nadiem, paham kondisi, mustahil PJJ di permanenkan, masih banyak PR yang harus di selesaikan terlebih dahulu,” terangnya.

“Saya acungi jempol karena Mas Nadiem sudah berpikir 1000 langkah lebih maju ke depan. Tapi harus realistis juga, lihat system belajar yang sudah di terapkan 3 bulan ini, evaluasinya banyak sekali,” sambungnya.

Dijelaskannya, negara maju saja, Amerika dan Singapura, yang kualitas guru dan infrastrukturnya sudah memadai untuk belajar jarak jauh, tetap terapkan pembelajaran tatap muka.

“Ini bukan masalah mampunya, tapi efisiensinya, siswa Amerika sendiri yang meminta itu. Di kita pun sama, anak-anak sudah tidak lagi fokus dan tempramental selama di rumah. Karena dunianya di cabut, bermain, belajar, dan mengenali peran dan statusnya sudah tidak lagi di rasakan,” tandasnya.

Zita pun mengaku, sebelumnya pernah mengirim surat terbuka untuk mas menteri, selang beberapa harinya saya tanggapi kebijakannya dengan solusi. Saya bagi wacana ke dalam 4 metode pembelajaran, Online Guided Distance Learning, Suport Guided Home Learning, Suport Guided Comunity Learning, dan New Normal School.

Tiap metodenya harus di perhatikan akses gadget, akses internet, pengawasan orang dewasa, inovasi kurikulum, bahan pembelajaran, fasilitas dan guru pengajar. Itu semua adalah kelebihan dan kekurangan dari tiap daerah. Metodenya menyesuaikan.

“Ambil contoh metode OGDL. Seminimalnya harus ada akses Gadget, akses internet, inovasi kurikulum, dan yang terpenting pengawasan orang tua, agar anak tidak salah gunakan gadget yang ada. Untuk yang tidak punya gadget dan internet, gunakan metode lain,” paparnya.

“Saya coba beri gagasan, besar harapan mas menteri bisa memikirkan sampai ke situ solusinya kalau memang mau di patenkan. Jangan sampai PJJ malah mendiskriminasi pendidikan anak, saya tentang keras soal itu. PR nya memang banyak, negara harus hadir, Mas Nadiem harus jadi juru selamat untuk anak bangsa,” pungkasnya.

Recent Posts

Menag Bedah Bedanya Mukhlis dan Mukhlas untuk Abdi Negara

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya transformasi kualitas sumber daya manusia (SDM)…

15 menit yang lalu

Spring Fair 2026 Inggris, UMKM Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp10,76 Miliar

MONITOR, Birmingham - Sebanyak sembilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang mayoritas digawangi…

3 jam yang lalu

Kemenag Gelar Takjil Pesantren, Bahas Proyeksi Santri Masa Depan

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kementerian Agama menggelar kegiatan Takjil Pesantren yang dirangkai dengan Talkshow…

9 jam yang lalu

Menag Dorong Kader PMII Ambil Peluang Beasiswa Luar Negeri

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia…

10 jam yang lalu

Kasum TNI dan Menteri PU Tinjau Sabodam dan Huntara di Tapanuli Tengah

MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua…

11 jam yang lalu

Prof. Rokhmin: Integrasi Ayat Qauliyah dan Kauniyah jadi Fondasi Strategis Pembangunan Agro-Maritim

MONITOR, Bogor - Pembangunan sektor agro-maritim Indonesia harus berakar pada nilai-nilai Qur’ani yang terintegrasi antara…

13 jam yang lalu