NASIONAL

Komisi IV DPR RI Apresiasi Langkah Kementan Kendalikan PMK

MONITOR, Surabaya – Komisi IV DPR RI menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah konkret Kementerian Pertanian dalam menanggulangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menjadi tantangan utama sektor peternakan nasional. Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi IV ke Balai Besar Veteriner Farma (BBVet) Pusvetma Surabaya, Jumat (4/7/2025).

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, yang memimpin langsung kunjungan tersebut menegaskan pentingnya keberlanjutan kebijakan pengendalian PMK sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.

“Kita berupaya keras terkait dengan kembalinya kita bebas dari PMK,” ujar Panggah. Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam penyediaan vaksin, di mana saat ini pemerintah baru mampu menyediakan 4 juta dosis dari total kebutuhan 8 juta dosis vaksin untuk tahun 2025.

Guna mengatasi hal tersebut, Komisi IV berkomitmen untuk memperjuangkan tambahan anggaran. “Komisi IV akan memperjuangkan anggaran setelah nanti dari Pak Dirjen memberikan program atau rencana jangka panjang, tidak hanya setengah-setengah, sampai tahun 2035 yang menjadi target bebas PMK. Ini yang menjadi perhatian Komisi IV,” lanjut Panggah.

Menurutnya, kebutuhan tambahan anggaran akan dibahas bersama Kementerian Pertanian. “Nanti tentu kita hitung kira-kira jumlah yang memadai,” tambahnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, dalam paparannya menjelaskan bahwa target Indonesia bebas PMK pada 2035 telah disusun dengan pendekatan strategis berbasis Progressive Control Pathway (PCP) yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH).

“Sejak 2022, pemerintah bergerak cepat menetapkan status wabah PMK, memulai vaksinasi massal, dan terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Di semester pertama 2025, kita berhasil menurunkan kasus PMK hingga 92 persen,” kata Agung.

Ia menyebut, strategi vaksinasi periode kedua pada Juli–September 2025 kini difokuskan pada wilayah berisiko tinggi seperti Pulau Jawa dan Lampung. Per akhir Juni 2025, stok vaksin nasional yang tersedia mencapai 15,4 juta dosis dari produksi swasta dan Pusvetma.

“Kami memastikan vaksin yang digunakan berkualitas, aman, dan mudah diakses peternak. Vaksin PMK produksi Pusvetma terbukti efektif dan sangat diminati peternak karena tidak menimbulkan efek samping,” ujarnya.

Agung juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, maupun peternak, dalam mendukung pelaksanaan vaksinasi dan pengendalian penyakit hewan secara menyeluruh.

“Tanpa keterlibatan daerah dan kesadaran peternak, mustahil kita mencapai Indonesia bebas PMK 2035,” tegas Agung.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha Mikro lewat Festival Pelindungan Usaha di Jember

MONITOR, Jember - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya membangun ekosistem…

2 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Haji Inklusif, Standar Layanan Disabilitas Dimatangkan untuk Haji 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat penyelenggaraan haji yang inklusif bagi penyandang…

2 jam yang lalu

Sekjen Kemnaker: Pejabat Fungsional Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menegaskan bahwa pejabat fungsional di…

3 jam yang lalu

Lagi, Dosen UIN Jakarta Suami-Istri Raih Jabatan Guru Besar

MONITOR, Tangerang Selatan - Bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif…

11 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola ASN Berbasis Digital

MONITOR, Bogor - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi meluncurkan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)…

16 jam yang lalu

Menaker: Data Sensus Ekonomi 2026 Perkuat Penyusunan Kebijakan Ketenagakerjaan

MONITOR, Bekasi – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa data Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan…

17 jam yang lalu