HUMANIORA

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok – Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026 di Kampus UID, Jumat (4/9/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Rektor UID Dr. KH. Ahmad Damanhuri, MA., menegaskan bahwa memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar langkah untuk meraih gelar akademik, tetapi momentum membentuk karakter, memperluas kompetensi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.

Pembukaan PBAK 2026 dihadiri Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Karimiyah Hj. Prawati Ningsisih, jajaran wakil rektor, ketua lembaga, dekan, ketua program studi, serta sivitas akademika UID.

Dalam sambutannya, Ahmad Damanhuri menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru yang telah melewati proses penerimaan mahasiswa UID.

Ia mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi dengan sungguh-sungguh.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa baru di UID bukan sekadar hasil dari proses administratif, melainkan sebuah kesempatan yang harus dipertanggungjawabkan melalui proses belajar, pembentukan karakter, dan pencapaian prestasi.

“UID memilih kalian bukan karena kebetulan. Kalian adalah orang-orang terpilih dari ribuan pendaftar. Maka jangan sia-siakan kepercayaan ini,” ujar Ahmad Damanhuri di hadapan peserta PBAK.

Menurut Rektor, PBAK tidak semestinya dipahami hanya sebagai kegiatan seremonial untuk mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Lebih dari itu, PBAK menjadi pintu masuk untuk memahami budaya akademik, sistem pembelajaran, nilai-nilai kelembagaan, serta tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika.

Ia menjelaskan, PBAK 2026 memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mengenalkan lingkungan kampus beserta sistem akademik kepada mahasiswa baru. Kedua, memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai UID yang terangkum dalam semangat “Berakhlak, Berprestasi, Berdampak.” Ketiga, membentuk mahasiswa yang mandiri, kritis, dan memiliki kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat serta Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Damanhuri juga menitipkan tiga pesan kepada mahasiswa baru.

Pertama, menjaga adab. Ia menekankan bahwa kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan akhlak. Penguasaan ilmu, menurutnya, kehilangan makna apabila tidak disertai sikap hormat, tanggung jawab, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

“Ilmu tanpa adab bagaikan tubuh tanpa ruh,” tegasnya.

Kedua, aktif mengejar prestasi. Mahasiswa didorong tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik di ruang kelas, tetapi juga mengembangkan kapasitas melalui organisasi kemahasiswaan, penelitian, kompetisi, kegiatan sosial, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Rektor, kehidupan kampus menyediakan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk menemukan potensi diri sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.

Ketiga, menjaga nama baik almamater. Mahasiswa UID diharapkan mampu membawa nilai-nilai kampus dalam setiap aktivitas, baik ketika berada di lingkungan akademik maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.

“Di mana pun kalian berada, jaga nama baik almamater,” pesannya.

446 Mahasiswa Baru, 326 Ikuti PBAK

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan UID, Alip Nuryanto, menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru UID pada tahun akademik 2026 mencapai 446 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 326 mahasiswa mengikuti kegiatan PBAK 2026.

Pihak universitas memastikan mahasiswa baru yang belum mengikuti PBAK pada periode ini tetap memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan serupa pada pelaksanaan PBAK tahun berikutnya.

Rangkaian pembukaan PBAK 2026 kemudian ditandai dengan prosesi pemukulan gong oleh Rektor UID. Dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Ahmad Damanhuri secara resmi membuka kegiatan PBAK 2026 yang kemudian disambut antusias oleh seluruh peserta.

Momentum tersebut menjadi awal perjalanan akademik mahasiswa baru UID—bukan hanya untuk mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, mengembangkan prestasi, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Recent Posts

Dorong Kemandirian, Menko Muhaimin Buka Jalan Santri Keluar dari Kemiskinan

MONITOR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengajak Kementerian…

4 jam yang lalu

Menteri UMKM Apresiasi KUM Peduli untuk Perkuat Kapasitas UMKM Kalbar

MONITOR, Pontianak – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi peluncuran program…

4 jam yang lalu

Dua Tahun Asta Cita: Kemenag Perkuat Pendidikan, Nutrisi Santri, Ekonomi Umat, dan Kerukunan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengungkap sejumlah program yang menjangkau jutaan masyarakat dalam dua tahun…

13 jam yang lalu

MUI: Penundaan Pelaksanaan Wajib Halal Menunjukkan Kekurang Siapan

MONITOR, Jakarta - Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), DR. KH Masyhuril Khamis, SH.,…

1 hari yang lalu

Menhaj: Belanja Haji Capai 4 Triliun, UMKM Daerah Harus Ambil Peluang

MONITOR, Gowa - Penyelenggaraan haji bukan hanya urusan perjalanan dan ibadah. Aktivitas jutaan jemaah dan…

1 hari yang lalu

Kawendra Dorong HKTI Kawal Aspirasi Petani, Bantuan Ayam Petelur dan 20 Etalase Disalurkan di Lumajang

MONITOR, Lumajang - Anggota DPR RI Kawendra Lukistian mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten…

2 hari yang lalu