PARLEMEN

Polusi Udara Meningkat di Jakarta, DPR: Cerminan Buruknya Tata Kelola Emisi

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyoroti peningkatan polusi udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan kondisi ini bukan sekadar fenomena alam semata, melainkan pertanda lemahnya tata kelola emisi perkotaan yang belum ditangani secara serius dan menyeluruh.

“Ini bukan sekadar soal musim atau cuaca ekstrem, tapi cerminan buruknya tata kelola emisi. Polusi udara adalah persoalan struktural yang berakar pada ketidakseimbangan antara pertumbuhan aktivitas ekonomi, kendaraan pribadi, dan lemahnya penegakan regulasi emisi di wilayah perkotaan,” kata Daniel, Kamis (3/7/2025).

Seperti diketahui, akhir-akhir ini Warga Jakarta disuguhi pemandangan kota yang tampak berkabut namun rupanya itu adalah asap polusi.

Aplikasi pemantauan udara Nafas Indonesia menunjukkan, kualitas udara di sebagian besar wilayah Jabodetabek berada pada kategori tidak sehat. Indeks Kualitas Udara terlihat merah (tidak sehat) di sejumlah daerah di sebagian besar Jakarta.

Angka PM2.5 (partikel polutan berukuran sangat kecil yang bisa masuk ke paru-paru) di banyak titik di Jakarta mencapai lebih dari 150 µg/m³ bahkan menembus angka 160 µg/m³di beberapa lokasi melampaui batas aman WHO. Fenomena ini terjadi akibat inversi suhu yakni lapisan udara dingin yang biasa berada di atas justru berada di bawah dan memerangkap polutan di permukaan.

Kondisi polusi asap diperparah oleh kemarau basah yang membuat lapisan udara cenderung diam, sehingga polusi dari kendaraan bermotor, industri hingga pembakaran sampah tidak bisa tersebar ke atmosfer yang lebih tinggi.

Daniel menilai persoalan ini harus diselesaikam dengan kolaborasi antar kementerian dan lembaga terkait. Menurutnya, dibutuhkan pendekatan lintas sektor, dengan langkah-langkah konkret dan terukur seperti audit emisi perkotaan secara menyeluruh.

“Mencakup kendaraan, industri, dan praktik pembakaran sampah terbuka. Pembatasan kendaraan berbasis emisi, serta percepatan elektrifikasi transportasi publik,” jelas Daniel.

Daniel juga meminta adanya pemantauan kualitas udara secara real-time dengan kebijakan berbasis data, bukan asumsi, serta menilai zona rendah emisi perlu diterapkan.

“Penerapan zona rendah emisi (Low Emission Zone) di area vital seperti sekolah dan rumah sakit. Reformulasi kebijakan tata ruang agar pembangunan tidak memperparah krisis iklim mikro di kota,” ungkap Legislator dari dapil Kalimantan Barat I itu.

“Clean Air Zone bagus, tapi kita butuh pendekatan makro. Transportasi, industri, hingga tata kota harus disentuh secara holistik,” sambung Daniel.

Lebih jauh, Daniel juga meminta Pemerintah pusat dan daerah segera menyusun roadmap penurunan emisi yang jelas setiap tahunannya dan berbasis data demi menjamin hak masyarakat atas lingkungan yang sehat.

“Ini bukan lagi sekadar peringatan dini. Ketika udara menjadi ancaman, maka negara tidak boleh abai,” tegasnya.

“Kita punya tanggung jawab konstitusional untuk menjamin hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat dan bersih,” pungkas Daniel.

Recent Posts

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

3 jam yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

3 jam yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

4 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

6 jam yang lalu

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

MONITOR, Pandeglang - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur Pandeglang mengapresiasi Program Beasiswa Madrasah…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Uzbekistan Lewat Wisata Religi

MONITOR, Tashkent - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf mendorong penguatan hubungan Indonesia…

1 hari yang lalu