HUMANIORA

Kemenag Buka Pendaftaran Program PKDP 2025

MONITOR, Jakarta – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag membuka pendaftaran Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2025. Program ini menjadi pintu masuk utama bagi para dosen baru di lingkungan PTKI untuk menuju sertifikasi dosen (serdos).

Direktur PTKI, Sahiron, menegaskan bahwa PKDP merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan sekaligus mendukung Asta Protas Kemenag Berdampak, khususnya dalam mewujudkan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi.

“PKDP ini tidak hanya meningkatkan kompetensi dasar dosen baru, tapi juga menjadi syarat wajib untuk bisa ikut sertifikasi dosen tahun 2025,” ujarnya.

Materi dalam PKDP 2025 akan mencakup pendalaman pedagogik, moderasi beragama, pemanfaatan teknologi pembelajaran, hingga adaptasi terhadap dinamika sosial dan kebijakan prioritas Kementerian Agama (Asta Protas).

Namun, Prof. Sahiron mengingatkan bahwa kelulusan PKDP belum otomatis menjamin lolos serdos

“Penetapan peserta sertifikasi tetap dilakukan pada tahap selanjutnya berdasarkan kuota dan ketersediaan anggaran. Tapi sertifikat PKDP yang sudah dimiliki tetap berlaku untuk tahun berikutnya jika belum lolos tahun ini,” jelasnya.

Prof. Sahiron, yang juga Guru Besar Ilmu Tafsir ini, mengajak para dosen di lingkungan PTKI dan PTK Kemenag yang memenuhi syarat untuk tidak menunda pendaftaran.

“Pendaftaran PKDP dibuka mulai tanggal 7 hingga 15 Juli 2025. Segera siapkan diri dan dokumen yang dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubdit Ketenagaan Diktis, Muhammad Aziz Hakim, menyampaikan bahwa seluruh informasi teknis pelaksanaan PKDP sudah tercantum dalam surat resmi yang dilampirkan bersama jadwal, pedoman, dan daftar kontak PIC masing-masing Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP).

“Silakan dibaca baik-baik dan hubungi PIC yang telah ditentukan jika ada kendala teknis. Kami siap membantu,” pungkasnya.

Informasi lebih lengkap dapat diunduh pada Pemberitahuan Pelaksanaan PKDP 2025.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

7 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

9 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

11 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

12 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

12 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

14 jam yang lalu