Categories: Uncategorized

Presiden Tambah Posisi Wamen, Hendrawan: Segi Akselerasi Capaian Diperlukan

MONITOR , Jakarta – Rencana Presiden Jokowi untuk menambah posisi wakil menteri (Wamen) di kabinet Indonesia maju terus mendapat perhatian di ruang publik.

Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno misalnya. Ia mengatakan bahwa terkait dengan rencana tersebut tentunya bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, sehingga akhirnya banyak menimbulkan persepsi di publik sendiri.

Bila dilihat dari sudut pandang akselerasi kinerja kabinet dalam melakukan capaian hasil sesuai visi misi presiden, tentunya jabatan atau posisi Wamen menjadi keniscayaan.

“Penambahan wamen tersebut kita harapkan bagian dari upaya akselerasi pencapaian target-target strategis yang disampaikan Presiden, seperti lahirnya sejumlah omnibus law, perbaikan koordinasi lintas kementerian, terjaminnya inplementasi dan eksekusi program kerja, dan sebagainya,” kata Hendrawan kepada awak media, Minggu (10/11).

Akan tetapi, imbuh Hendrawan, bila melihat penambahan Wamen dari sudut pandang keekonomisan, tentu hal rencana tersebut akan menambah biaya birokrasi yang akan tinggi.

“Kalau tidak dikaitkan dengan target-target pembenahan regulasi dan institusi, penambahan wamen tentu menambah rentang dan biaya birokrasi, dan mengekalkan ekonomi biaya tinggi,”sebut Anggota Komisi XI DPR RI itu.

Dalam kesempatan itu, ia pun menghimbau agar partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf bisa bersinergi sehingga menghasilkan birokrasi yang bagus. Dia pun juga berharap agar Jokowi-Ma’ruf bisa sukses dalam 5 tahun pemerintahannya.

Sebelumnya diberitakan, Peneliti senior LIPI Siti Zuhro menilai rencana itu bisa mengganggu birokrasi, apalagi jika hanya memenuhi politik akomodasi. Kabinet gemuk Jokowi ini dianggap bakal menyulitkan birokrasi yang minim struktur tapi kaya fungsi.

“Dengan penambahan wamen yang sangat banyak, tentunya akan berpengaruh terhadap kelincahan birokrasi. Apalagi kalau rekrutmen itu didasarkan atas kepentingan politik akomodasi belaka. Ini akan mengganggu kinerja birokrasi,” kata Siti kepada wartawan, Sabtu (9/11).

Recent Posts

Halal Bihalal Alumni IPB: Pof Rokhmin Tekankan Kebangkitan Umat Berbasis Iman, Ilmu, dan Akhlak

MONITOR, Bogor - Alumni IPB Kota Bogor menggelar Kegiatan Halal Bihalal yang berlangsung dalam suasana…

8 jam yang lalu

Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha

MONITOR, Bantul - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan…

10 jam yang lalu

Komite II DPD RI Dukung Penguatan Inseminasi Buatan, Kementan Genjot Produktivitas Ternak Nasional

MONITOR, Lembang — Upaya pemerintah dalam memperkuat layanan reproduksi ternak melalui program inseminasi buatan (IB) mendapat…

10 jam yang lalu

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Kemnaker Tekankan Tahap Akhir Penentu Sertifikat dan Uang Saku

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan seluruh peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional…

17 jam yang lalu

Harga BBM Naik, Pemerintah Dinilai PHP Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam mengkritik langkah Pemerintah yang menaikkan…

22 jam yang lalu

Industri AMDK Perkuat Pengelolaan Air Berkelanjutan dan Dorong Kontribusi Ekonomi Nasional

MONITOR, Jakarta – Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus menegaskan posisinya sebagai sektor strategis yang…

1 hari yang lalu