PETERNAKAN

Komite II DPD RI Dukung Penguatan Inseminasi Buatan, Kementan Genjot Produktivitas Ternak Nasional

MONITOR, Lembang — Upaya pemerintah dalam memperkuat layanan reproduksi ternak melalui program inseminasi buatan (IB) mendapat dukungan penuh dari Komite II DPD RI. Ketua Komite II DPD RI asal Nusa Tenggara Timur, Angelius Wake Kako, menegaskan pentingnya program IB sebagai strategi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dukungan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Sabtu (18/4/2026). Dalam kunjungan itu, Angelo—sapaan akrabnya—bahkan turut mengikuti pelatihan petugas inseminasi buatan (inseminator) sebagai bentuk komitmen langsung terhadap penguatan sektor peternakan.

Menurut Angelo, IB merupakan isu strategis karena berperan dalam peningkatan populasi dan kualitas genetik ternak. Ia menilai keberadaan BIB Lembang sangat vital sebagai penyedia semen beku berkualitas sekaligus pusat pengembangan teknologi reproduksi ternak di Indonesia.

“Masih terdapat tantangan di lapangan, mulai dari rendahnya adopsi teknologi oleh peternak, keterbatasan jumlah dan kapasitas inseminator, hingga distribusi semen beku ke berbagai daerah,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar program IB dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat peternak. Ketika inseminator kuat, peternak akan lebih percaya diri, dan ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyampaikan bahwa subsektor peternakan memiliki peran penting dalam penyediaan protein hewani seperti daging, susu, dan telur.

Ia mengungkapkan bahwa produksi daging ayam dan telur nasional saat ini telah surplus. Namun, untuk daging sapi dan kerbau, produksi 2026 diproyeksikan baru mencapai 479 ribu ton atau sekitar 50 persen dari kebutuhan nasional sebesar 964 ribu ton. Sementara itu, produksi susu dalam negeri masih memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional.

“Pemerintah terus meningkatkan populasi dan produktivitas ternak melalui teknologi inseminasi buatan, termasuk memperbaiki mutu genetik, meningkatkan angka kelahiran, serta mencegah penularan penyakit,” jelasnya.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan semen beku melalui dua balai nasional, yakni Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Jawa Timur dan BIB Lembang di Jawa Barat. Saat ini, stok semen beku nasional tercatat mencapai 11,7 juta dosis, terdiri dari 6,9 juta dosis di BIB Lembang dan 4,8 juta dosis di BBIB Singosari.

Program IB telah menunjukkan hasil signifikan. Dalam periode 2017–2023 melalui program Upsus SIWAB dan SIKOMANDAN, layanan IB menjangkau 25,5 juta akseptor sapi dengan total kelahiran mencapai 13,85 juta ekor atau setara nilai ekonomi Rp69,3 triliun.

Untuk tahun 2026, Kementerian Pertanian menargetkan layanan IB di 20 provinsi dengan fasilitasi 250 ribu dosis semen beku dan 14.089 liter nitrogen cair. Target kelahiran pedet diproyeksikan mencapai 142.500 ekor pada 2027.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, menyampaikan apresiasi terhadap penguatan program IB yang dinilai berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan peternak.

“Keberadaan BIB Lembang menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar bagi peternak di Bandung Barat untuk meningkatkan kualitas usaha peternakan,” ujarnya.

Penguatan program inseminasi buatan dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan produktivitas dan kualitas ternak, tetapi juga memberikan kepastian usaha bagi peternak. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, inseminator, serta dukungan kelembagaan dari DPD RI diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian pangan berbasis subsektor peternakan di Indonesia.

Recent Posts

Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha

MONITOR, Bantul - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan…

2 jam yang lalu

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Kemnaker Tekankan Tahap Akhir Penentu Sertifikat dan Uang Saku

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan seluruh peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional…

9 jam yang lalu

Harga BBM Naik, Pemerintah Dinilai PHP Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam mengkritik langkah Pemerintah yang menaikkan…

14 jam yang lalu

Industri AMDK Perkuat Pengelolaan Air Berkelanjutan dan Dorong Kontribusi Ekonomi Nasional

MONITOR, Jakarta – Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus menegaskan posisinya sebagai sektor strategis yang…

16 jam yang lalu

Kemendag Dorong Pelaku Usaha Adaptif Hadapi Peluang Global

MONITOR, Surabaya - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku usaha nasional untuk lebih adaptif dalam menghadapi…

1 hari yang lalu

Harlah PMII ke-66: PB IKA PMII Gelar Halalbihalal dan Konsolidasi Kebangsaan di Jakarta

MONITOR, Jakarta – Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) akan menggelar…

1 hari yang lalu