MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk berimbang menggunakan pupuk hayati cair Pureplant, meningkat tajam.
Berdasarkan hasil panen demplot di Kelompok Tani Sumber Rezeki 4 Desa Ciparay, hasil panen mencapai 9,494 per hektar.
“Hasil akhir perhitungan jumlah hasil panen dengan luas 1,1 hektar lahan di Blok Bojong diperoleh 10.444 kilogram (10,44 ton) atau 9,494 ton per hektar,” ungkap Haji Anang, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki 4 Ciparay.
Pada panen-panen sebelumnya, produksi padi di kawasan itu hanya sekitar 5 ton sampai 7 ton per hektar. Jika dihitung dari tujun ton, kenaikan produksi mencapai 35,6 persen.
Sementara hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung yang tenjun ke lokasi memperoleh memperkirakan hasil produksi sebesar 8,67 ton per hektar. Rata-rata anakan per rumpun 55 pohon dan rata bulir padi varietas Cakra Buana 160 bulir per malai.
Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) bersama anggota Komisi IV DPR RI dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Direktorat Benih Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, serta didukung PT Pupuk Indonesia dan produsen pupuk hayati cair Pureplant PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168) dan PT Intani Bumi Lestari (IBL), mengembangkan demplot budidaya padi dengan pola pupuk beribang seluas 15 hektar.
Areal tersebut tersebar di Ciparay Kabupaten Bandung Jawa Barat seluas 5 hektar di lahan petani binaan anggota DPR RI Dadang Naseer. Di Desa Plosogaden Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung Jawa Tengah seluas 5 hektar di lahan petani binaan anggota DPR RI Panggah Susanto, dan di Nogosari Kelurahan Trirenggo Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seluas 5 hektar, di lahan petani binaan anggota DPR Siti Hediati Hariyadi atau dikenal dengan nama Titiek Soeharto.
“Demplot padi di Nogosari Trirenggo Bantul sudah mulai menguning, siap panen sekitar tanggal 15 sampai dengan 20 September 2026,”ungkap Sunarya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani Kelurahan Trirenggo Bantul, menyampaikan laporan berkala perkembangan budidaya padi yang dalam pelaksanannya sepenuhnya dilaksanakan para petani dengan pendampingan dan monitoring Intani serta penyuluh pertanian setempat dan instansi terkait.
Anggota DPR RI Dadang Naseer bersama petani dan instansi terkait di Kabupaten Bandung dan Provinsi Jawa Barat melaksanan panen rakyat di demplot Kelompok Tani Sumber Rejeki 4 di kampung Parigi, Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Sabtu, 5 September 2029. Panen dilaksanakan pada areal di Blok Blok Bojong seluas 1,1 hektar.
Hadir dalam panen raya tersebut Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika, Direktur Utama IMP 168 Atik Chandra, Direktur Utama PT Intani Bumi Lestari Mira Rachmiati, Ketua Intani Jawa Barat Riyan Sumindar, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Provinsi Jawa Barat Iswanto, Kepala UPTD Pengkajian Teknologi Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Feri Sofyan Arif, Muspika Kecamatan Ciparay, Kepala Desa Ciparay, tokoh masyarakat, dan para petani.
Dadang Naseer menjelaskan pengembangan budidaya dengan pemupukan berimbang ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional. Disamping itu juga mendukung program pertanian organik Jawa Barat yang dicanangkan Gubernur Dedi Mulyadi.
“Pupuk hayati cair Pureplant ini terbukti mampu meningkatkan produksi. Dengan pertanian organik petani tidak hanya menyehatkan tanah dan meningkatkan produksi, tapi juga mendapatkan harga lebih mahal dari padi biasanya,”ungkap Dadang Naseer.
Ia mendorong, pola pemupukan berimbang dengan menerapkan pupuk konvensional dan pupuk hayati cair ini dapat dikembangkan secara nasional.
Mantan Bupati Bandung ini menjelaskan, Ciparay merupakan salah satu lumbung padi Kabupaten Bandung yang memiliki keunggulan sejak dulu. Produktivitas pertanian di kawasan itu rata-rata mencapai 7 ton per hektar. Dan kualitas padi Ciparay yang merupakan areal irigasi ini memiliki kualitas baik sehingga harganya lebih tinggi.
“Dengan organik petani mendapatkan harga lebih mahal lagi akan meningkatkan pendapatannya,”jelas Dadang Naseer.
Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki 4 Haji Anang menjelaskan, penerapan pupuk berimbang dalam budidaya di kawasan 5 hektar di Ciparay dengan mengurangi penggunaan pupuk konvensional (pupuk kimia) 50 persen, dan menambahkan pupuk hayati Pureplant sebanyak 6 liter per hektar.
“Sekarang tanah sawah kami menjadi gembur, padi tumbuh subur, dan panen lebih cepat dibandingkan sawah lainnya,”tutur Haji Anang.
Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika menjelaskan organisasi yang dipimpinnya mendukung program pemerintah membangun swasembada pangan berkelanjutan.
Dengan mengaplikasikan pupuk hayati cair Extragen yang juga dilengkapi dengan aplikasi pembenah tanah HumicGen mampu memperbaiki unsur hara dan menyehatkan tanah.
“Pola ini akan menyehatkan tanah yang saat ini sudah jenuh, meningkatkan produksi, dan menurunkan biaya budidaya menjadi lebih efisien, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat,”jelas Guntur yang juga pendiri PT Intani Bumi Lestari.
Direktur Utama IMP 168 Atik Chandra yang sudah malang melintang mengembangkan pertanian organik selama lebih 21 tahun menegaskan komitmennya untuk membantu petani dengan pertanian ramah lingkungan. IMP 168 memiliki sejumlah produk pupuk hayati dan teknologi pertanian, salah satunya pupuk hayati cair Pureplant yang dikolaborasikan dengan PT Intani Bumi Lestari.
Ia menceritakan aplikasi pupuk hayati yang dikembangkannya di berbagai wilayah di Indonesia selama ini berhasil meningkatkan produktivitas dan menyehatkan lahan. Jawa Barat, merupakan salah satu daerah yang sudah mengimplementasikan pupuk hayati yang diproduksinya.
“Petani yang sudah mengaplikasikan sekitar tiga tahun berhasil meningkatkan produkvitas padi hingga 11,5 ton,’jelasnya.
Selain diterapkan di Indonesia, pupuk hayati cair produksi IMP 168 ini juga sudah melanglang buana. Produknya antara lain digunakan di Malaysia, Filipina, dan bahkan Saudia Arabia.
“Kami mendapatkan kepercayaan terlibat dalam pertanian di Saudi Arabia bersama beberana negara lain yang maju dalam teknologi pertanian. Kami hanya membawa produk dan mengimplementasikannya, dan alhamdulillah hasilnya sangat bagus diterapkan dalam pertanian di tanah gurun,”papar Atik Chandra.
IMP 168 sendiri tutur Atik memiliki pabrik, laboratorium, dan sumber daya manusia unggul dalam pengembangan pupuk hayati dan pertanian organik.
MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…
MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…
MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…
MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…