PARLEMEN

Anggaran Kemen-PPPA Minim, Tugas dan Tanggung Jawabnya Besar

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid menilai anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) pada tahun 2025 yang diajukan sebesar Rp300.654.181.000 sangat kecil. Menurutnya, jumlah pagu indikatif Kemen-PPPA mengalami penurunan 3,52 persen atau sebesar Rp10.982.543.000, dari tahun 2024.

Pria yang kerap disapa HNW ini mengatakan persoalan kekerasan masih menjadi tantangan dalam perlindungan perempuan dan anak. Bahkan, ia berharap penanganan persoalan pada perempuan pada tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama dan kolaborasi semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan kekerasan.

“Saya sangat prihatin dengan anggaran Kemen-PPPA yang mengalami penurunan. Padahal, tugas dan tanggung jawab yang diterima cukup besar,” pungkasnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri KemenPPPA dan KPAI di Ruang Rapat Komisi VIII, Gedung DPR, Senin (2/9/2024).

Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), sebanyak 73 persen kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dengan jenis kekerasan yang paling banyak adalah kekerasan fisik. Sementara data kekerasan pada anak, yang terbesar adalah kekerasan seksual.

“Ini harus menjadi fokus utama pemerintahan yang akan datang, dan kita nantikan bagaimana komitmen Presiden terpilih dalam memberantas kekerasan kepada anak dan perempuan melalui peningkatan anggaran KemenPPPA,” jelas Politisi Fraksi PKS ini.

Recent Posts

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

5 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

5 jam yang lalu

Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

MONITOR, Tangsel - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H.,…

9 jam yang lalu

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam…

12 jam yang lalu

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat…

15 jam yang lalu

Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi…

16 jam yang lalu