BERITA

Kementerian LHK Dorong Kader Nasyiatul Aisyiyah Berperan Aktif dalam Pengendalian Iklim

MONITOR, Pontianak – Perubahan iklim yang cukup ekstrim di Indonesia berdampak luas terhadap masyarakat, tak terkecuali perempuan. Fakta tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Winarni Monoarfa, dalam agenda Tanwir 1 Nasyiatul Aisyiyah yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Di hadapan peserta Tanwir seluruh Indonesia, Winarni mengingatkan pentingnya peran perempuan dalam aksi pengendalian iklim dan lingkungan hidup. Ia menyatakan perempuan dapat mengambil peran-peran strategis untuk berpartisipasi menyelamatkan alam.

“Mengapa ini penting? karena Indonesia ini sebagai negara tropis, hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami El-Nino atau musim panas yang berkepanjangan. Hampir yang menderita dan mengalami adalah ibu-ibu. Kenapa? sulitnya untuk menyiapkan air, air untuk masak, air untuk mandi, karena musim yang disebabkan,” ucap Winarni dalam diskusi bertajuk ‘Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga dengan Perilaku Ramah Lingkungan’ di Hotel Harris Pontianak, Jumat (12/1/2024).

Winarni pun mengungkapkan sejumlah dampak perubahan iklim, mulai dari potensi ancaman stabilitas politik, hukum dan keamanan. Ia menjelaskan kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia. Kemudian penurunan kualitas dan kuantitas air, perubahan habitat dan kepunahan, penurunan kualitas hutan, penurunan kualitas kesehatan, penurunan produktivitas pertanian, hingga menyebabkan bencana pesisir dan maritim.

“Sekitar 90 persen pekerjaan rumah tangga dikerjakan oleh perempuan. Kerusakan sumberdaya alam menyebabkan perempuan perempuan menjadi pihak yang paling dikorbankan. Perempuan juga mengalami posisi rentan pada tahun 2004, dimana sebanyak 55 hingga 70 persen menjadi korban tsunami Aceh,” jelasnya.

Di era globalisasi ini, Winarni pun mendorong perempuan mempunyai kemampuan lebih untuk menggerakkan masyarakat, sehingga membuat perempuan memiliki potensi untuk gerakan perbaikan lingkungan hidup dan kehutanan, termasuk di Indonesia.

“Eksistensi Nasyiatul Aisyiyah ini sangat penting, tentunya kita melihat kilas balik perjuangan Muhammadiyah khususnya dalam hal ilmu pengetahuan. Oleh karena itu perlunya pembangunan lingkungan hidup untuk menciptakan warna,” ucap Guru Besar Universitas Hasanuddin ini.

Sebagaimana tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) adalah pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, kualitas lingkungan hidup, pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola dan SDGs telah menjadi kerangka bersama stakeholders untuk mencapai kesejahteraan bersama yang berkelanjutan.

Selanjutnya ia mendorong agar Nasyiatul Aisyiyah sebagai salah satu organisasi perempuan muda terbesar di Indonesia untuk mampu menggerakkan perempuan di lini keluarga agar dapat menjalankan peran mengatasi persoalan lingkungan.

“Menjadi tantangan kita kedepan, kemiskinan berkaitan dengan kerusakan alam. Kita melihat refleksi adil dan setara menjadi penting terutama bagi kita perempuan. Maka, kesetaraan dan keadilan perlu kita terapkan. Misalnya sederhana, kita galakkan green economy atau masalah sampah. Ini bisa kita upayakan bersama di lingkungan keluarga,” pungkasnya.

Recent Posts

Dorong Ada Perbaikan Menyeluruh, Puan: Pelayanan Kesehatan Jangan Kehilangan Empati

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian terhadap isu nirempati tenaga kesehatan…

12 jam yang lalu

Legislator Desak Usut Tuntas Temuan 995 Senjata di Sekolah Swasta: Ini Persoalan Serius Menyangkut Keamanan Negara

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat…

16 jam yang lalu

Siswa SMP Tewas Diduga Akibat Di-bully, Waka Komisi X DPR Tegaskan Harus Ada Pembenahan Sistem yang Nyata

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti insiden tewasnya…

16 jam yang lalu

Anggap Konten Promo Vape YouTuber Bentuk Eksploitasi, DPR Dorong Penguatan Regulasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan…

16 jam yang lalu

Ramai Isu Nakes Hina Pasien BPJS, Legislator: Pasien Berhak Diperlakukan Dengan Penuh Empati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti isu sikap nirempati tenaga kesehatan…

16 jam yang lalu

Hingga Agustus 2026 Kementan Terbitkan 889 Sertifikat Hak PVT, ini Daftarnya

MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini kembali menerbitkan Sertifikat Hak Perlindungan Varietas Tanaman…

17 jam yang lalu