EKONOMI

Bimtek Pembudidaya Ikan di Indramayu, Prof Rokhmin berbagi Kiat Sukses dan Dukungan Pemerintah

MONITOR, Indramayu – Pakar Kelautan dan Perikanan,  Prof Rokhmin Dahuri mengajak para pembudidaya ikan di Indramayu untuk menerapkan sistem perikanan budidaya terbaik atau best aquaculture practice agar mendongkrak pendapatan ekonomi melalui 5 kiat yang harus diikuti dan dijalankan.

“Bagaimana pendapatan dari usaha budidaya perikanan lebih besar dari ongkos atau biaya produksi kuncinya ada pada sistem produksi itu sendiri,” katanya saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis Perikanan Budidaya Udang dan Ikan Air Payau kepada kelompok pembudidaya ikan atas aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI yang diselenggarakan oleh Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan Serang, di Indramayu, Sabtu (13/1/2024).

Guru Besar IPB tersebut lantas mencontohkan bagaimana budidaya perikanan di Norwegia mampu menghasilkan pendapatan yang berkali-kali lipat dibanding dengan Indonesia karena menerapkan sistem budidaya terbaik.

“Prinsipnya produksi harus efektif dan efisien seperti budidaya salmon di Norwegia 12 miliar pertahun. Sementara kita (Indonesia) hanya 6 miliar dan itu dari semua komoditas perikanan budidaya,” terangnya.

Adapun kiat untuk menerapkan budidaya terbaik dari sektor produksi menurut Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu ada 5 yakni; Pertama, memilih benih unggul yakni bebas penyakit dan tahan penyakit.

Kedua, pengelolaan pakan dengan memperhatikanFCR (Feed Conversion Ratio). “Pilih pakan yang FCR kecil. Semakin kecil FCR semakin efisien. Makanya Pemerintah harus pastikan produsen untuk produksi pakan yang baik jangan abal-abal,” tuturnya.

Ketiga, Pengelolaan Hama dan Penyakit
Keempat, Pengelolaan kualitas air. “Makanya ada kincir layout (instalasi) filtrasi dan lain-lain yang harus betul-betul diperhatikan,” katanya.

Kelima yang tidak kalau pentingnya menurut Prof Rokhmin adalah Bio security “Bagaimana menjaga kawasan budidaya steril jangan ada celah penyebaran penyakit atau virus. Kalau di tambak misalnya burung,” jelasnya.

Kelima hal tersebut menurut Prof Rokhmin yang juga mantan menteri Kelautan dan Perikanan itu yang harus kita ikuti baik budidaya di tambak, kolam tanah ataupun kolam dengan media terpal dan lain-lain. Menurutnya, pemerintah melalui dinas Kelautan dan Perikanan harus membantu para pembudidaya mewujudkan itu.

“Kalau produksinya efektif dan efisien, murah, produktif maka itu sudah menjadi indikator 50 persen keberhasilan, 50 persen lainnya usaha itu untung yaitu usaha hasil panennya bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari ongkos produksi,” tegas Prof Rokhmin.

Untuk menjamin serapan hasil panen pembudidaya, Prof Rokhmin menegaskan pentingnya industri pengolahan. “Makanya harusnya pemerintah mengawinkan produsen dan pasar. Pasarnya terjamin,” katanya.

“Dengan industri pengolahan pasarnya juga jadi besar seperti di Indramayu itu ada batari atau bandeng tanpa duri kemudian juga gonyang karamsong yang kesohor luar biasa itu,” ungkapnya.

Terakhir, tokoh Dulur Cirebonan, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) itu menegaskan pentingnya pemerintah menyediakan dana perbankan atau kredit usaha untuk pembudidaya dengan bunga yang kecil dan terjangkau serta aksesnya dipermudah bukan malah sebaliknya seperti saat ini bunga masih tinggi dan sulit aksesnya.

“Kelautan dan perikanan itu leading sektor (sektor unggulan) harus ada kredit usaha khusus untuk pembudidaya,” pungkasnya.

Recent Posts

Komisi Bidang Anak DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Jangan Tutup Mata pada Sistem yang Gagal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq mengecam keras kasus kekerasan…

2 jam yang lalu

Komisi IV DPR Tegur Bulog yang Belum Tuntaskan Realisasi Bantuan Pangan Februari-Maret

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyayangkan ketidakmampuan Bulog…

2 jam yang lalu

Ketua DPR Berduka untuk Korban Kecelakaan KRL, Minta Keamanan Jalur Kereta Ditingkatkan

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa kepada korban insiden kecelakaan kereta…

2 jam yang lalu

Didorong LPDB, Koperasi Tanaoba Lais Manekat Jadi Kakak Asuh Koperasi Desa di Indonesia Timur

MONITOR, Jakarta - Transformasi koperasi di Indonesia Timur terus bergulir. Tidak sekadar entitas bisnis, koperasi…

2 jam yang lalu

RPB Minahasa Selatan Ekspor Perdana Olahan Sabut Kelapa ke China

MONITOR, Minahasa Selatan – Produk olahan sabut kelapa dari Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, berhasil…

3 jam yang lalu

Menaker Tekankan Kesehatan Mental Jadi Bagian Penting dalam SMK3

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa kesehatan mental kini menjadi bagian penting…

3 jam yang lalu