EKONOMI

UKB Bandar Lampung jadi Bantalan UMKM hadapi Lonjakan Harga Kemasan di Tengah Tekanan Global

MONITOR, Bandar Lampung – Unit Kemasan Bersama (UKB) Kota Bandar Lampung kian menegaskan perannya sebagai instrumen strategis dalam menjaga keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama di tengah lonjakan harga bahan kemasan yang dipicu dinamika global.

Sejak Januari 2026, UKB tercatat telah melayani sedikitnya 187 pelaku UMKM, dengan lonjakan permintaan signifikan pada momentum hari besar keagamaan seperti Idulfitri.

Keberadaan UKB merupakan wujud kolaborasi konkret antara Kementerian UMKM dan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Dukungan pemerintah pusat telah dimulai sejak 2023 melalui pemberian hibah peralatan pengemasan yang lengkap dan terintegrasi mulai dari mesin pengemasan dasar, perangkat pencetakan dan pelabelan, hingga mesin produksi kemasan seperti die cut dan laminasi, serta fasilitas pendukung berupa timbangan digital dan komputer desain grafis.

“Dengan kolaborasi ini, UMKM tidak hanya memperoleh kemasan yang fungsional, tetapi juga memiliki tampilan yang menarik dan berdaya saing tinggi di pasar, dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Reghi Perdana, Staf Ahli Menteri UMKM, saat kunjungan kerja, Kamis (23/4/2026).

Pemerintah Kota Bandar Lampung turut memperkuat operasional UKB melalui penyediaan gedung dan pembiayaan operasional, termasuk tenaga profesional seperti desainer grafis. Peran ini dinilai krusial, tidak sekadar membantu aspek estetika kemasan, tetapi juga menerjemahkan nilai dan identitas produk ke dalam visual yang komunikatif dan menjual.

Manajer UKB, Ferdinan, menjelaskan bahwa skema subsidi dari pemerintah daerah memungkinkan harga kemasan tetap kompetitif. “Kami didukung oleh pemerintah kota, sehingga UMKM bisa mendapatkan kemasan yang tidak hanya murah, tetapi juga berkualitas,” ujarnya. Ia mencontohkan, biaya produksi kotak kue sebesar Rp400 per unit, sementara harga jual kepada UMKM hanya Rp500 per unit.

Selain aspek harga, fleksibilitas produksi menjadi keunggulan lain UKB. Jika percetakan konvensional umumnya menetapkan minimal pemesanan hingga 500 unit, UKB mampu melayani pesanan dalam skala kecil mulai dari 50 unit, sehingga lebih adaptif terhadap kebutuhan UMKM.

Dalam perspektif yang lebih luas, Reghi menilai keberadaan UKB semakin relevan di tengah tekanan global, termasuk dampak konflik geopolitik seperti konflik Israel–Iran yang turut memengaruhi rantai pasok dan harga bahan baku kemasan.

“UKB menjadi solusi nyata bagi UMKM untuk tetap bertahan dan bahkan meningkatkan daya saing di tengah kenaikan biaya produksi akibat dinamika global,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar model UKB dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem UMKM nasional yang lebih resilien dan inklusif.

Recent Posts

Menteri Maman: Revisi UU UMKM untuk Perkuat Pelindungan dan Daya Saing UMKM

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menghadiri rapat kerja…

3 jam yang lalu

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG), memperkuat…

3 jam yang lalu

IPW: Keberhasilan Polda Metro Jaya Ungkap Curanmor Selamatkan Ekonomi Rakyat Kecil

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengapresiasi kinerja Polda Metro…

4 jam yang lalu

Resmi Naik Per 10 Juni! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamax Cs dan Penjelasan Resmi Pertamina

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga,…

4 jam yang lalu

Indonesia Gaungkan Kolaborasi Industri Masa Depan pada Forum BRICS 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama industri global…

20 jam yang lalu

Apresiasi Kebijakan Afirmasi Pendidikan Prabowo, Rektor UIN Jakarta ajak Semua Pihak Bangun Sinergi Tri Dharma Terintegrasi

MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar mengapresiasi kebijakan trasformatif…

23 jam yang lalu