EKONOMI

Toko ‘Mama Khas Banjar’ Model Baru Penguatan UMKM Berbasis Kolaborasi

MONITOR, Banjarbaru – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI menegaskan arah baru pembangunan ekonomi nasional yang semakin bertumpu pada penguatan UMKM melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta.

Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Banjarbaru menjadi panggung penegasan komitmen tersebut. Tenaga Ahli Menteri UMKM RI Bidang Pembiayaan dan Skema UMKM, Faisal Anwar, menilai Banjarbaru tidak hanya tumbuh sebagai kota administratif, tetapi juga sebagai representasi kota yang membangun fondasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan berbasis UMKM.

“Momentum HUT ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak lagi sekadar soal infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana UMKM menjadi tulang punggung ekonomi yang tangguh dan berdaya saing,” ujar Faisal saat mendampingi Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (20/4/2026).

Faisal menyoroti kisah “Mama Khas Banjar” sebagai contoh konkret transformasi UMKM. Pada 2025, usaha tersebut sempat menghadapi persoalan hukum terkait legalitas produk pangan. Namun, pasca penyelesaian kasus, usaha ini justru bangkit melalui pembenahan menyeluruh—mulai dari aspek legalitas hingga peningkatan kualitas produk—dengan dukungan berbagai pihak.

“Pengalaman yang dialami Firly menjadi pelajaran penting bahwa penegakan regulasi harus berjalan beriringan dengan pembinaan. Negara hadir bukan hanya untuk mengatur, tetapi juga memberdayakan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Faisal menekankan bahwa akses pembiayaan menjadi kunci utama akselerasi UMKM. “Pembiayaan yang inklusif dan terjangkau adalah faktor krusial agar UMKM bisa pulih dan naik kelas. Kolaborasi dengan perbankan dan sektor swasta harus terus diperkuat,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan “Mama Khas Banjar” bukan sekadar kisah individu, melainkan model kebijakan yang layak direplikasi secara nasional.

“Ini bukan hanya cerita satu usaha, tetapi model penguatan UMKM. Ketika pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, dan komunitas bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Kementerian UMKM RI mendorong agar model kolaborasi lintas sektor ini diperluas ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang mampu tumbuh, naik kelas, dan menjadi penggerak utama ekonomi nasional.

Recent Posts

Bedah Buku di Munas-Konbes NU 2026, Gus Hery Tegaskan Kesiapan Mengabdi untuk Masa Depan PBNU

MONITOR, Kediri – Forum bedah buku dalam rangka pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar…

7 jam yang lalu

Sambangi UID, Senator Jihan Fahira Ajak Mahasiswa Kawal Demokrasi Substantif dan Etika Berbangsa

MONITOR, Depok – Anggota DPD RI, Jihan Fahira, mengajak mahasiswa untuk berperan aktif mengawal kehidupan…

10 jam yang lalu

UMKM Kota Mataram Sektor Perhiasan Makin Tangguh Berkat Akses KUR

MONITOR, Mataram – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melakukan kunjungan kerja ke sentra…

15 jam yang lalu

Selamat Jalan Pejuang Madrasah Diniyah Nusantara: Mengenang Dr. Sumitro, M.Si., Pendiri FKDT

Oleh: Akhmad Sururi(Plt. Sekretaris Jenderal DPP FKDT) Kabar duka menyelimuti keluarga besar pegiat pendidikan keagamaan…

17 jam yang lalu

Pemadaman Listrik Bergilir yang Makin Sering Buat Rakyat Resah, Legislator: Sengaja Ada Pembiaran

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam meminta Pemerintah dan PT PLN…

1 hari yang lalu

Tekankan Pentingnya Mitigasi Bencana Kekeringan, DPR Dorong Peningkatan Infrastruktur Ketahanan Air Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

1 hari yang lalu