Dok. Humas Kemenperin
MONITOR, Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat transformasi industri nasional menuju target Net Zero Emission (NZE) dengan menyiapkan strategi komprehensif berbasis lima pilar utama reduksi emisi. Langkah ini menargetkan sektor industri mampu mencapai NZE lebih cepat pada 2050, melampaui target nasional 2060.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, percepatan tersebut merupakan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong industri hijau sekaligus meningkatkan daya saing global. “Transformasi menuju industri rendah karbon menjadi prioritas melalui langkah strategis yang terukur dan implementatif,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).
Strategi dekarbonisasi industri difokuskan pada upaya reduksi emisi sebagai tahap awal sebelum mencapai netralisasi karbon. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam menekan jejak karbon secara bertahap dan berkelanjutan.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menjelaskan, implementasi strategi tersebut dijalankan melalui lima pilar utama, yakni efisiensi energi dan bahan baku, substitusi bahan bakar, pembaruan proses produksi berbasis teknologi, elektrifikasi, serta penerapan teknologi Carbon Capture Utilization (CCU).
Sektor industri semen menjadi salah satu fokus utama dalam agenda dekarbonisasi nasional. Dengan kapasitas produksi mencapai 121,66 juta ton per tahun, Indonesia memiliki peran strategis dalam menekan emisi di kawasan Asia Tenggara.
Kemenperin saat ini tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi industri semen. Sejumlah capaian positif telah diraih, antara lain penurunan clinker factor menjadi 68,1 persen dari 81 persen pada 2010, serta peningkatan penggunaan energi alternatif hingga 12,58 persen. Selain itu, emisi spesifik berhasil ditekan menjadi 566,3 kg CO₂ per ton semen ekuivalen dari sebelumnya 724 kg CO₂.
Pemerintah juga memperkuat kebijakan pendukung melalui penerapan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) semen serta optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah mencapai 74,66 persen hingga 98,32 persen di sektor ini.
Transformasi industri semakin diperkuat lewat implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0dan Standar Industri Hijau (SIH) guna mendorong efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan.
Dalam forum internasional INTERCEM Asia 2026 di Jakarta, yang dihadiri lebih dari 300 pelaku industri global, Kemenperin juga menegaskan komitmennya membuka kolaborasi internasional untuk mempercepat inovasi dan transformasi industri rendah karbon.
“Indonesia siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri semen global yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan,” kata Agus.
Langkah agresif ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri hijau global sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.
MONITOR, Tangerang — Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi mengukuhkan lima guru besar dari berbagai disiplin ilmu…
MONITOR, Banjarbaru - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI menegaskan arah baru pembangunan…
MONITOR, Jakarta – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, melantik 22 pejabat di lingkungan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai…
MONITOR, Magelang — Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Agus Subiyanto, menegaskan pentingnya sinergi antara…
MONITOR, Bali - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya dalam mentransformasi ekosistem kewirausahaan…
MONITOR, Bekasi — Dalam rangka memperingati Hari Konsumen Nasional, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menghadirkan kejutan…