EKONOMI

Dari Sektor Ekstraktif ke Agro-Maritim: Prof Rokhmin dan Gubernur Sherly Gagas Arah Masa Depan Maluku Utara berbasis Ekonomi Biru

MONITOR, Ternate – Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan gagasan besar tentang transformasi ekonomi daerah—dari ketergantungan pada sektor ekstraktif menuju kekuatan agro-maritim berbasis ekonomi biru.

Hal tersebut mengemuka dalam Forum Diskusi Terpumpun (FGD) bertajuk “Menata Masa Depan Perikanan Malut” di Ballroom Bella Hotel Ternate, Maluku Utara, Sabtu (11/4).

Forum tersebut tidak sekadar menjadi ruang paparan kebijakan, tetapi juga panggung refleksi atas paradoks pembangunan yang tengah dihadapi Maluku Utara: pertumbuhan ekonomi tinggi yang belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat.

Pertumbuhan Tinggi, Kesejahteraan yang Tertinggal

Dalam pemaparannya, Rokhmin Dahuri menyoroti struktur pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang masih didominasi sektor pertambangan, khususnya nikel. Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan yang bertumpu pada sektor ekstraktif memiliki keterbatasan dalam menciptakan pemerataan.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak otomatis mencerminkan kesejahteraan masyarakat. Kalau bertumpu pada sektor ekstraktif, dampaknya cenderung tidak merata,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan adanya persoalan struktural dalam pembangunan daerah—di mana kekayaan sumber daya alam belum sepenuhnya terkonversi menjadi kesejahteraan kolektif.

Potensi Perikanan Besar, Pemanfaatan Masih Terbatas

Di sisi lain, Prof Rokhmin yang juga Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengungkapkan bahwa sektor kelautan dan perikanan justru menyimpan potensi besar yang belum dimaksimalkan. Ia menyebutkan bahwa pemanfaatan potensi perikanan Maluku Utara baru mencapai sekitar 61 persen.

“Potensi perikanan kita sangat besar, tetapi baru dimanfaatkan sekitar 61 persen. Ini menunjukkan masih adanya ruang yang sangat luas untuk pengembangan,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan utama bukan pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada lemahnya sistem pendukung, terutama dalam rantai pasok dan hilirisasi.

“Kita belum memiliki infrastruktur yang memadai seperti cold storage, industri pengolahan, dan sistem distribusi. Akibatnya, nilai tambah tidak dinikmati secara optimal oleh nelayan,” jelasnya.

Ekonomi Biru dan Hilirisasi: Strategi Kunci Pemerintah Daerah

Sejalan dengan pandangan tersebut, Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah mendorong transformasi ekonomi berbasis blue economy dengan fokus pada hilirisasi perikanan.

“Kita ingin membangun ekonomi dari laut untuk kesejahteraan masyarakat. Hilirisasi perikanan adalah kunci utama agar nilai tambah tetap berada di daerah,” ujar Sherly.

Ia menekankan bahwa selama ini Maluku Utara lebih banyak berperan sebagai pemasok bahan mentah. Ke depan, pola tersebut harus diubah agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

“Kita tidak boleh terus-menerus menjual dalam bentuk mentah. Kita harus membangun industri pengolahan agar nilai tambahnya dinikmati oleh masyarakat Maluku Utara sendiri,” tambahnya.

Agro-Maritim sebagai Jalan Transformasi

Dalam forum yang sama, Rokhmin Dahuri menawarkan pendekatan agro-maritim sebagai kerangka integratif pembangunan daerah. Konsep ini menghubungkan sektor kelautan dan pertanian dalam satu sistem ekonomi yang saling mendukung.

“Maluku Utara memiliki karakter wilayah kepulauan. Karena itu, pembangunan harus berbasis agro-maritim—mengintegrasikan perikanan, budidaya, pertanian, hingga industri pengolahan,” ungkapnya.

Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan efek berganda yang signifikan, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat hingga penguatan ketahanan pangan daerah.

Tantangan dan Syarat Transformasi

Meski menawarkan prospek besar, transformasi menuju ekonomi biru tidak lepas dari berbagai tantangan. Rokhmin menekankan pentingnya pembangunan yang berbasis sistem dan didukung oleh faktor-faktor kunci.

“Kita membutuhkan peta jalan yang jelas, sumber daya manusia yang unggul, stabilitas sosial-politik, serta kepemimpinan yang kuat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan penta helix untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif.

Satu Forum, Satu Arah Baru

Forum pada 11 April 2026 tersebut menjadi penanda penting bahwa Maluku Utara tidak kekurangan visi. Baik pemerintah pusat melalui DPR RI maupun pemerintah daerah memiliki kesadaran yang sama tentang perlunya perubahan arah pembangunan.

Namun, sebagaimana tersirat dalam paparan kedua tokoh tersebut, tantangan terbesar bukan pada merumuskan gagasan, melainkan pada konsistensi implementasi.

“Kalau kita kelola dengan baik, laut Maluku Utara bisa menjadi sumber kesejahteraan yang luar biasa,” tegas Rokhmin.

Senada dengan itu, Sherly menutup dengan optimisme yang berakar pada realitas, “Kita ingin memastikan bahwa kekayaan alam Maluku Utara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.”

Di titik inilah, satu forum tersebut menjadi lebih dari sekadar pertemuan—ia menjadi titik tolak bagi arah baru pembangunan: dari ekonomi yang mengekstraksi, menuju ekonomi yang memberdayakan.

Recent Posts

Panen 88 Hari, Demplot Padi Organik di Subang Tingkatkan Produktivitas hingga Tiga Kali Lipat

MONITOR, Subang – Demplot budidaya padi organik di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan,…

19 jam yang lalu

DPR Dukung Aksi Jerhemy Nemo Tebang Sawit Ilegal, Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…

1 hari yang lalu

Legislator Soroti Dugaan Klaim Fiktif JKN, Dorong Agar Diusut Tuntas karena ‘Rampok’ Uang Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…

1 hari yang lalu

Evaluasi Haji Embarkasi Banjarmasin, Menhaj Utamakan Istithaah Kesehatan Hingga Nol Toleransi Pelanggaran

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…

2 hari yang lalu

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…

2 hari yang lalu

Sikapi Penyesuaian BPIH 2027, Menhaj Tekankan Efisiensi Tanpa Turunkan Kualitas Layanan

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…

2 hari yang lalu