PENDIDIKAN

Universitas Pelita Harapan Kukuhkan 5 Guru Besar

MONITOR, Tangerang — Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi mengukuhkan lima guru besar dari berbagai disiplin ilmu dalam Sidang Terbuka Upacara Pengukuhan yang digelar di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang. Momentum ini menegaskan komitmen UPH dalam memperkuat kualitas akademik sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan bangsa.  

Kelima guru besar yang dikukuhkan berasal dari bidang pendidikan, hospitality dan pariwisata, ilmu politik, audit dan forensik keuangan, serta manajemen sumber daya manusia. Mereka adalah Prof. Dr. Ir. Drs. Khoe Yao Tung, Prof. Dr. Juliana, Prof. Dr. Drs. Thomas Tokan Pureklolon, Prof. Dr. Tanggor Sihombing, dan Prof. Dr. Drs. Ardi.  

Rektor UPH, Jonathan L. Parapak, menyampaikan bahwa penambahan lima profesor ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan institusi. Dengan pengukuhan tersebut, UPH kini memiliki total 45 guru besar. “Pencapaian ini merupakan wujud komitmen UPH untuk terus memajukan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.  

Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, yang menilai peran guru besar tidak hanya sebatas akademisi, tetapi juga sebagai penjaga nalar publik dan pengarah kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa kontribusi profesor harus hadir dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.  

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, menyebut pengukuhan lima guru besar secara bersamaan sebagai lompatan besar dalam pengembangan kualitas akademik perguruan tinggi. Ia berharap para profesor mampu mendorong regenerasi akademisi dan memberikan dampak luas bagi masyarakat dan industri.  

Dalam orasi ilmiahnya, masing-masing guru besar menghadirkan gagasan strategis. Prof. Ardi memperkenalkan pendekatan Self-Mindset Development sebagai paradigma antikorupsi berbasis pembentukan karakter. Prof. Juliana menawarkan Model CITRA untuk membangun pariwisata inklusif berbasis kolaborasi dan pengalaman.  

Di bidang politik, Prof. Thomas menekankan konsep bonum commune atau kebaikan bersama sebagai dasar etika kekuasaan dalam demokrasi. Sementara Prof. Khoe mendorong transformasi pendidikan melalui personalized learning berbasis kecerdasan buatan (AI). Adapun Prof. Tanggor menyoroti pentingnya audit dan forensik keuangan dalam menjaga integritas informasi keuangan.  

Pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga mempertegas peran UPH sebagai institusi yang aktif melahirkan inovasi, pemikiran strategis, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui berbagai perspektif keilmuan.  

Dengan penguatan sumber daya akademik tersebut, UPH optimistis dapat terus mencetak pemimpin masa depan yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan global.

Recent Posts

Rektor UID Buka PBAK 2026, Tekankan Adab, Prestasi, dan Kontribusi Mahasiswa

MONITOR, Depok - Universitas Islam Depok (UID) resmi membuka rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan…

5 jam yang lalu

Menaker: Kunci Wirausaha Bukan Sekadar Dapat Pelanggan, tapi Menjaga Hubungan

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan salah satu kunci keberhasilan dalam berwirausaha…

20 jam yang lalu

Kemenperin Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Insiden Kebakaran Pabrik di KEK Sei Mangkei

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang…

21 jam yang lalu

Majelis ASTACITA Gelar ‘Maulid Nabi dan Dzikir Kemerdekaan’ di Karawang, Gaungkan Jaga Rawat Jabar

MONITOR, Karawang — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat semangat kemerdekaan…

21 jam yang lalu

Capai 75 Ribu Pendaftar PPIH 2027 Non Nakes, Kemenhaj Gelar CAT Dua Gelombang

MONITOR, Jakarta - Lebih dari 75 ribu orang mendaftar Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)…

23 jam yang lalu

Partai Gelora Soroti Perubahan Data Desil DTSEN

MONITOR, Jakarta — Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis tunggal penyaluran bantuan…

23 jam yang lalu