HUKUM

Kejagung Akan Jerat Tersangka Johan Darsono dalam Korupsi LPEI

MONITOR, Jakarta – Tim jaksa penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) akan menjerat tersangka Johan Darsono (JD) dan S dengan sangkaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara dugaan korupsi di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

“Itu yang TPPU tersangka Johan Darsono (JD) sama tersangka S,” kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Supardi dalam keterangannya, Kamis (10/2/2022).

Nantinya, JAMPidsus Kejagung akan menjelaskan secara detail mengenai alasan tersangka Johan Darsono dijerat TPPU. Selain itu juga, tim jaksa penyidik pidsus sudah melakukan penyitaan aset tanah di Solo milik tersangka Johan Darsono dalam perkara tindak pidana korupsi di LPEI.

Sebelumnya menurut Supardi, dengan dijeratnya TPPU untuk menyisir aliran uang hasil perkara pokok berupa korupsi sampai dapat disita untuk pengganti kerugian negara.

“Kalau nanti dalam asset recovery itu tidak terpenuhi, dan kita melihat itu uangnya (dari hasil korupsi) ada ke mana-mana, itu kita jerat TPPU,” ujar Supardi.

Diketahui, dalam penyidikan dugaan korupsi LPEI, kerugian negara mencapai Rp 2,6 triliun. Kerugian negara tersebut berasal dari total Rp 4,7 triliun yang menjadi nilai pemberian fasilitas kredit LPEI yang diduga terjadi penyimpangan dalam penyalurannya kepada dua grup perusahaan ekspor swasta sepanjang 2013-2019.

Dari nilai kerugian negara Rp 2,6 triliun tersebut, sebanyak Rp 2,1 triliun diantaranya berasal dari penyimpangan dalam penyaluran ke Grup Johan Darsono. Dan terbagi ke dalam 12 perusahaan milik tersangka Johan Darsono.

Sedangkan Rp 576 miliar penyimpangan terjadi dalam penyaluran, dan pengambil alihan pembiayaan ekspor LPEI di Grup Walet ke dalam lima anak perusahaan.

Sekedar informasi, tim penyidik Jampidsus Kejagung sudah menetapkan 7 orang sebagai tersangka.

Selain Johan Darsono, enam tersangka lainnya adalah, Josef Agus Susanta (JAS), Suyono (S), Arif Setiawan (AS), Ferry Sjaifullah (FS), Purnomo Sidhi Noor Mohammad (PSNM), dan juga Djoko Slamet Djamhoer (DSD).

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

12 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

13 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

22 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

1 hari yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

1 hari yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

1 hari yang lalu