HUKUM

Ketimbang Urusi TWK, KPK Diminta Fokus Selamatkan Uang Negara

MONITOR, Jakarta – Guru Besar Universitas Indonesia Prof Hamdi Muluk mempertanyakan rekomendasi Ombudsman RI (ORI) terkait proses pelaksanaan peralihan status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), melalui tes wawasan kebangsaan (TWK). Ia menyatakan Ombudsman tidak sepatutnya menyebut pelaksanaan tes 51 orang pegawai yang tidak lulus adalah cacat administrasi.

“Mengapa rekomendasi Ombudsman hanya berlaku untuk 51 yang nggak lulus?, dinyatakan hasilnya tidak sah. Oleh karena itu, kata Ombudsman 51 orang itu diloloskan. Lha? kalau keseluruhan kegiatan cacat adminstrasi, seluruh kegiatan dibatalkan, diulang lagi dari awal? Ombudsman nggak bisa bilang yang cacat administrasi hanya untuk 51 yang nggak lulus,” kata Hamdi Muluk dalam diskusi daring bertajuk ‘Masa Depan KPK Pasca Putusan MK’ yang diselenggarakan Jakarta Journalist Center, Kamis (9/9/2021).

Hamdi Muluk menyatakan pro kontra yang terjadi terkait proses assesment alih status KPK menjadi ASN merupakan hal biasa. Dalam UU terbaru KPK, pegawai KPK sudah lazim dijadikan sebagai ASN.

Ditegaskan Hamdi, proses assesment alih status pegawai KPK pun dilakukan dengan kredibel dan sangat akademis.

“Proses assement alih status pegawai KPK sudah dilakukan dengan kredibel dan sangat akademis. Tentu berharap masalah sudah selesai, karena MK sudah memutuskan sah dan konstitusional,” ujarnya.

Menurut Hamdi, keputusan MK sudah final dan clear. Untuk itu, Pakar Psikologi Politik ini meminta agar lembaga anti rasuah yang dipimpin oleh Komjen Firli Bahuri tidak larut mengurusi persoalan TWK.

Hamdi pun mendorong agar KPK kedepan fokus untuk menyelamatkan uang negara, serta melakukan pencegahan korupsi secara maksimal.

“Lebih baik kita fokus mendorong KPK kedepan, fokus penyelamatan uang negara, maksimalkan pencegahan lebih baik daripada mengurusi yang tidak selesai-selesai yaitu soal pengalihan status pegawai,” pungkasnya menyarankan.

Recent Posts

Kementerian UMKM Percepat Pemulihan UMKM di Kepulauan Nias melalui Tiga Program Terintegrasi

MONITOR, Kepulauan Nias - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat…

10 jam yang lalu

Di Era AI, Nilai Pesantren Makin Dibutuhkan

MONITOR, Tangerang Selatan - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Suwendi, M.Ag., menegaskan…

18 jam yang lalu

Rektor UIN Jakarta: Santri Bukan Penonton, Harus Jadi Penggerak Perubahan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya…

22 jam yang lalu

Kolaborasi Kalurahan Caturharjo, MBI dan IMP 168 Sukses Sulap Lahan Tidur jadi Kebun Klengkeng Organik

MONITOR, SLEMAN - Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Dusun Manggunan, Kalurahan Caturharjo, Sleman, mulai…

1 hari yang lalu

ICAI 2026, Rokhmin Dahuri: Akuakultur Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Pangan, Farmasi, dan Energi

MONITOR, SEMARANG - Akuakultur atau budi daya perairan berpotensi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan…

2 hari yang lalu

Kementan Salurkan Bantuan Obat untuk Ternak Terdampak Bencana di Sumatera

MONITOR, Sumatera — Bencana tidak hanya berdampak pada rumah dan lahan warga, tetapi juga pada…

2 hari yang lalu