PERTANIAN

Dongkrak Nilai Tambah, Kementan Dorong Integrasi Budidaya Singkong

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian meminta masyarakat mempunyai inovasi dalam berbudidaya singkong berkelanjutan dan terintegrasi yang baik agar mendapatkan hasil produksi tinggi. Tanggung jawab Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) menyerap kelebihan produksi. Bagaimana tugas kita menumbuhkan demand singkong ini supaya meningkat harga jualnya,” kata Arifin Lambaga ketua MSI pada acara webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan hari Sabtu (17/7).

Integrasi sistem budidaya singkong berkelanjutan terkait urgensi stabilitas harga, papar Winugroho, Peneliti Balitbangtan. Komite pengusaha mikro kecil menengah Indonesia bersatu (KOPITU) adalah jembatan usaha kecil menengah (UKM) dengan Pemerintah. Ia mengatakan Pemerintah dalam hal ini yaitu Kementerian Pertanian yang terintegrasi dengan Kementerian Perdagangan dan rumah produksi dengan memanfaatkan layanan Platform Traceability.

Adapun manfaat layanan Platform Traceability untuk petani sebagai sarana analisa usaha budidaya dan analisa usaha tani untuk memperoleh akses pendanaan KUR khusus, kemudian dengan adanya KUR khusus, tidak perlu mencicil per bulan cukup pada masa panen, bisa mulai tanam setelah ada pasar dipastikan, harga lebih tinggi , kepastian kualitas produk dengan adanya pendampingan dari KOPITU, mudah mengakses pasar dan kepastian keamanan produk dan peluang besar untuk budidaya jangka panjang.

Muhammad Taifur Tepe, praktsi singkong menegaskan dalam budidaya berkelanjutan dan terintegrasi, petani harus mau kerja keras dan kerja cerdas. Oleh karena itu dalam melakukan perencanaan harus matang diantaranya dalam pemilihan varietas yang unggul, pemilihan lahan yang tepat dan pemeliharaan dan pemupukan yang tepat.

“Pemerintah harus memberi dukungan kepada petani apa yang harus dilakukan dalam berbudidaya singkong,” ujarnya. Dukungan pemerintah untuk membantu petani memurutnya sangat diperlukan antara lain dalam bentuk permodalan, ketersediaan pupuk yang murah dan mudah di dapat. Disamping itu yang tidak kalah penting yaitu masalah pasca panen. Perencanaan yang matang, apa saja yang bisa dilakukan petani agar untung, petani tidak menjual semua hasil panennya dalam bentuk singkong segar, sebagian sebaiknya di jual dalam bentuk olahan setengah jadi Gaplek.

Peran pemerintah dalam membantu petani harus membuat industri serapan singkong berjarak maksimal 100 km di sentra penghasil singkong dan menutup kran impor. “Jika pemerintah dan petani sejalan inshaallah akan terwujud budidaya berkelanjutan dan terintegrasi,” tegas Muhammad Taifur Tepe.

Sementara itu Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyampaikan bahwa pemanfaatan singkong sebagai salah satu konsep Menteri SYL tentang 5 cara bertindak, salah satunya adalah diversifikasi pangan lokal dengan memanfaatkan singkong. “Tidak hanya diversifikasi produksi tapi juga konsumsi,” ujar Suwandi.

Kementan selama ini sudah memapping sentra singkong sampai dengan hilirnya. Tahun 2019 ada luas panen sekitar 628 ribu ha dengan produksi 16,35 juta ton. “Semua bagian tumbuhan ini bisa diolah untuk makanan dan saya usul materi webinar berikutnya langsung di lokasi pengolahan mocaf sehingga peserta bisa melihat sendiri processingnya,” kata Suwandi.

Kinerja produksi singkong terus mengalami peningkatan mulai tahun 2018 terlihat dengan peningkatan sebesar 1,51%. Adapun lima provinsi dengan produksi singkong paling tinggi pada tahun 2018 adalah Lampung , Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Produktivitas singkong secara nasional fluktuatif, rata-rata dalam 5 tahun terakhir sebesar 23,99 ton/ha. Kembali Suwandi meminta petani mempunyai budidaya singkong yang berkelenjutan dan teritegrasi secara baik, sehingga menghasilkan hasil produksi yang tinggi tinggi,” tandasnya

Recent Posts

Oknum Polisi Diduga Sekap dan Siksa Istri, Legislator Dorong Reformasi Pengawasan Internal Polri

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez menyoroti kasus dugaan penyekapan dan…

41 menit yang lalu

Rapimnas DPP FKDT Akan Rekomendasikan Insentif Rp1 Juta per Bulan bagi Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah

MONITOR, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) akan menggelar Rapat…

2 jam yang lalu

Menaker Tekankan Transformasi Balai K3 Jadi Pusat Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

MONITOR, Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya transformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)…

3 jam yang lalu

Pusat PVTPP Perkuat Zona Integritas, Matangkan Langkah Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

MONITOR, Bogor – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian…

3 jam yang lalu

Frasa ‘Diutus Presiden’ Dipersoalkan, Masady: Bahasa Pejabat Negara Harus Mencerminkan Semangat Konstitusi

MONITOR, Jakarta – Tokoh Muda Aceh Barat Daya, Masady Manggeng, menyoroti penggunaan frasa "diutus oleh…

4 jam yang lalu

Terima Kunjungan BPK Australia, Puan Bicara Soal Pendekatan Adaptif Hadapi Ancaman Siber dalam Tata Kelola Negara

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan delegasi Australian National Audit Office…

12 jam yang lalu