PERTANIAN

Kunjungi Kelompok Ternak Canghegar, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Dengar Langsung Keluhan Peternak

MONITOR, Bogor – Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Pamuji Lestari, melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring terhadap Kelompok Ternak Canghegar, penerima Program Bantuan Ayam Petelur di Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Senin (22/6).

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Balai Riset dan Pengembangan Mutu Peternakan (BRMP) Unggas dan Aneka Ternak serta Kepala Balai Embrio Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH). Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan program bantuan pemerintah di sektor peternakan rakyat sekaligus menyerap aspirasi serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi kelompok penerima manfaat.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan konstruktif, para peternak menyampaikan sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi dalam mengembangkan usaha ayam petelur. Tingginya harga pakan menjadi persoalan utama yang dinilai sangat memengaruhi keberlanjutan usaha, mengingat biaya pakan mencapai sekitar 70 persen dari total biaya produksi.

Di sisi lain, peternak juga mengeluhkan fluktuasi harga telur yang dalam beberapa waktu terakhir cenderung mengalami penurunan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap tingkat keuntungan usaha dan kemampuan kelompok untuk melakukan pengembangan usaha secara mandiri.

Ketua Kelompok Ternak Canghegar, Endang Darmawan, mengapresiasi program bantuan ayam petelur yang telah diberikan pemerintah karena mampu membuka peluang usaha produktif dan meningkatkan aktivitas ekonomi anggota kelompok.

“Program ini sangat membantu masyarakat dan memberikan kesempatan bagi anggota kelompok untuk mengembangkan usaha peternakan. Namun saat ini kami menghadapi tantangan berupa kenaikan harga pakan yang cukup tinggi, sementara harga telur justru mengalami penurunan. Kondisi tersebut tentu berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha yang sedang kami jalankan,” ujarnya.

Selain persoalan biaya produksi, kelompok juga mengusulkan peningkatan jumlah bantuan ayam petelur pada program berikutnya. Menurut mereka, jumlah bantuan yang saat ini diterima masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan jumlah anggota kelompok yang harus merasakan manfaat program.

“Kami berharap ke depan jumlah bantuan dapat ditingkatkan dari sekitar 600 ekor menjadi 2.000 hingga 3.000 ekor. Dengan skala usaha yang lebih besar, usaha peternakan rakyat akan lebih efisien, memiliki daya saing, dan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan bagi kesejahteraan anggota kelompok,” tambah Endang.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Dr. Pamuji Lestari menegaskan bahwa pemerintah hadir tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan program berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami datang untuk mendengar langsung aspirasi peternak sekaligus melihat kondisi riil di lapangan. Persoalan tingginya harga pakan, fluktuasi harga telur, hingga kebutuhan peningkatan skala usaha merupakan masukan yang sangat penting. Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami laporkan kepada pimpinan di Kementerian Pertanian sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program ke depan,” ujar Pamuji.

Menurutnya, keberhasilan program pemberdayaan peternak rakyat tidak hanya ditentukan oleh bantuan awal yang diberikan, tetapi juga oleh kemampuan kelompok dalam menjaga keberlanjutan usaha melalui penguatan manajemen, efisiensi produksi, dan peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan peternak dapat terus diperkuat agar usaha peternakan rakyat semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan peternak rakyat. Selain menjadi sarana evaluasi program bantuan, kegiatan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kebijakan dan program pembangunan peternakan benar-benar menjawab kebutuhan serta tantangan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Melalui penguatan dukungan terhadap peternak rakyat, pemerintah berharap sektor peternakan nasional semakin tangguh, produktif, dan mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Recent Posts

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

9 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

10 jam yang lalu

Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

MONITOR, Tangsel - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H.,…

13 jam yang lalu

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam…

16 jam yang lalu

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat…

19 jam yang lalu

Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi…

20 jam yang lalu