MONITOR, Sukabumi – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperluas penerapan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) sebagai strategi percepatan peningkatan produksi padi nasional melalui mekanisasi, digitalisasi, dan teknologi budidaya presisi.
Kabupaten Sukabumi, salah satu sentra produksi padi nasional, menjadi daerah prioritas penerapan metode ini untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi potensi penurunan produksi akibat ancaman El Nino.
Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi sekaligus Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Leli Nuryati, mengatakan Kementan bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, penyuluh, dan petani melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) serta demplot tanam padi metode PM-AAS di Kelompok Tani Rancasalak, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Selasa (7/7).
“Melalui Bimtek dan demplot ini kami ingin mempercepat adopsi metode PM-AAS oleh petani sehingga produktivitas padi meningkat dan target swasembada pangan berkelanjutan dapat tercapai,” ujar Leli.
Menurutnya, Bimtek dan demplot merupakan sarana paling efektif untuk mempercepat diseminasi inovasi pertanian karena petani dapat melihat langsung penerapan teknologi di lapangan sekaligus membandingkan hasilnya dengan pola budidaya konvensional.
“Keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian hingga petani sebagai pelaku utama. PM-AAS menjadi salah satu inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus indeks pertanaman,” katanya.
Leli berharap semakin banyak petani mengadopsi metode PM-AAS sehingga transformasi budidaya padi menuju sistem produksi yang modern, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan dapat berlangsung lebih cepat.
Sementara itu, narasumber dari BRMP Jawa Barat, Adhitya Tri Diwa, menjelaskan bahwa PM-AAS mengedepankan pengaturan populasi tanaman secara optimal melalui penggunaan drum seeder dengan pola tanam Legowo 6:1.
“Jarak antarbaris sekitar 25 sentimeter dan jarak tanam dalam baris sekitar 3 sentimeter, sehingga populasi tanaman lebih seragam dan pemanfaatan ruang tumbuh menjadi lebih optimal,” jelasnya.
Selain pengaturan jarak tanam, keberhasilan metode PM-AAS ditentukan oleh penerapan budidaya secara menyeluruh, mulai dari perlakuan benih melalui perendaman dan pemeraman, penggunaan pupuk organik sejak pengolahan lahan, aplikasi herbisida pratumbuh, penyulaman untuk menjaga populasi tanaman, pengendalian hama dan penyakit secara preventif, hingga penggunaan pupuk silika untuk memperkuat batang tanaman agar tidak mudah rebah.
Menurut Adhitya, apabila seluruh tahapan diterapkan secara konsisten, metode PM-AAS berpotensi menghasilkan produktivitas hingga 10 ton gabah per hektare, sehingga menjadi salah satu inovasi strategis dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional.
Demplot PM-AAS di Kabupaten Sukabumi dilaksanakan pada lahan seluas 2.800 meter persegi yang dibagi menjadi delapan petak percobaan. Para peserta juga memperoleh pembelajaran mengenai keberhasilan penerapan metode ini di sejumlah daerah, seperti Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Indramayu, yang menunjukkan peningkatan produktivitas setelah mengadopsi teknologi PM-AAS.
Melalui penguatan pendampingan, pelatihan, dan demonstrasi lapangan, Kementerian Pertanian optimistis metode PM-AAS akan semakin luas diterapkan oleh petani di berbagai daerah sebagai bagian dari transformasi pertanian modern untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan.
MONITOR, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pendahuluan pengujian formil Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India,…
MONITOR, Malang - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof.…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut hangat kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM)…
MONITOR, Malang - Kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi tonggak penting dalam…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti dampak kesehatan akibat…