PARLEMEN

DPR Gelar Ratgab Bahas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia

MONITOR, Jakarta – DPR RI menggelar rapat gabungan (Ratgab) secara virtual dengan sejumlah dengan pemerintah dengan agenda pembahasan percepatan penanganan Covid-19, di Indonesia.

Untuk diketahui, Ratgab ini diikuti oleh Komisi VI, VII, dan IX dengan pemerintah selaku mitra kerja dewan, yakni Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Menteri Perindustrian, Menteri BUMN, dan Menteri Kesehatan. Selain itu, Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala LPNK (BPPT, LIPI, LAPAN), Kepala BPOM, dan Direktur LBM Eijkman.

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel, sebagai pimpinan Ratgab menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi pandemi global Covid-19 yang sangat memprihatinkan. Seperti diketahui, berdasarkan data jumlah kasus positif virus Corona di Indonesia sudah mencapai 11.587 jiwa.

“Sebuah angka yang tinggi, penyebarannya pun cukup masif dan merata. Dimana kasus positif sudah bisa ditemukan mulai dari kota besar hingga pelosok pedesaan,” kata Rachmat saat membuka rapat, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (5/5).

Selain membahas terkait penanganan, rapat juga dalam rangka koordinasi, hilirisasi, dan komersialisasi produk-produk hasil konsorsium riset dan inovasi Covid-19 dalam penanggulangan wabah Covid-19; serta percepatan pengkajian dan pengembangan vaksin dan obat Covid-19 di Indonesia.

Dikatakan Rachmat, tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi ini memberikan dampak yang kompleks dan meluas.

Karenanya, imbuh dia, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia ini harus beradu cepat dengan waktu.

“Menghadapi pandemi ini pemerintah dihadapkan pada berbagai permasalahan, diantaranya, kurangnya alat bantu pernafasan, kurangnya test kit pendeteksi Covid-19, serta permasalahan-permasalahan lainnya,” ujar dia.

“(Meski) telah kita ketahui bersama, Menristek/Kepala BRIN sudah membentuk konsorsium riset dan inovasi Covid-19 yang mana tujuannya adalah mendukung pekerjaan dari Gugus Tugas Covid-19 dalam bidang penelitian, pengkajian, dan penerapannya,” ucapnya.

Sehingga, diharapkan produk-produk dari konsorsium ini, kata Rachmat, diantaranya adalah pengembangan alat kesehatan yang tentunya akan dapat menjadi salah satu solusi dari permasalahan pemerintah tersebut.

“Karena itu dukungan dan koordinasi yang baik sangat diperlukan dari seluruh elemen yang terkait,” pungkas politikus Nasdem itu.

Recent Posts

Wamen UMKM Ungkap Tiga Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan tiga…

7 jam yang lalu

Menaker Terima Audiensi Koalisi Buruh, Bahas RUU Pelindungan Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menerima audiensi Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI)…

14 jam yang lalu

Banpres Pemulihan Usaha Jangkau Para Pengusaha Mikro Terdampak Bencana di Sumbar

MONITOR, Padang - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi…

14 jam yang lalu

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

1 hari yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

1 hari yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

1 hari yang lalu