Kabar Haji

Antisipasi Kelelahan Jemaah Pasca Armuzna, Klinik Satelit Madinah Siaga 24 Jam

MONITOR, Madinah – Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bergerak cepat mengantisipasi penurunan kondisi kesehatan jemaah haji gelombang kedua pasca-fase puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memaksimalkan operasional Klinik Satelit Sektor 2 Madinah yang berlokasi di Hotel Durrat Al Eiman.

Klinik satelit yang memanfaatkan area kamar hotel dengan izin resmi otoritas Arab Saudi ini menjadi garda terdepan layanan kesehatan, khususnya bagi jemaah risiko tinggi dan lansia.

Belum genap sepekan fase kedatangan gelombang kedua di Madinah, klinik tersebut tercatat telah melayani 21 pasien rawat jalan, dan jumlah ini diprediksi terus meningkat seiring kedatangan kloter baru.

Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, dr. Fitri Indah Yanti, Sp.P, mengungkapkan bahwa mayoritas jemaah mengeluhkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk pilek, faringitis (nyeri tenggorokan), serta kelelahan ekstrem.

“Banyak jemaah yang mengalami kelelahan hebat setelah menjalani aktivitas berat di Armuzna, yang berdampak pada turunnya nafsu makan. Saat ini, kami fokus menyiapkan penanganan cepat berupa obat flu, batuk, antibiotik, vitamin, hingga pemberian infus bagi yang membutuhkan,” ujar dr. Fitri di Madinah, Rabu (10/6/2026).

Untuk memastikan pelayanan berjalan 24 jam tanpa memutus pengawasan di kloter asal, PPIH menerapkan sistem kerja tiga shift (pagi, siang, dan malam) bagi dokter dan perawat secara bergantian. Pasokan obat-obatan juga disuplai secara berkala melalui koordinasi ketat dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

Wujud Nyata Haji Ramah Lansia

Keberadaan tim medis di klinik satelit ini terbukti krusial dalam menyelamatkan jemaah yang mengalami kedaruratan medis di hotel. Salah satu kasus keberhasilan penanganan dialami oleh Muhammad Zair (78), jemaah lansia asal Mojokerto, Jawa Timur.

Mbah Zair sempat pingsan, kejang, dan menolak makan akibat kelelahan ekstrem setelah menyelesaikan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram. Melalui perawatan intensif dan pendekatan persuasif dari tim medis di hotel, kondisinya kini pulih total dan sudah mampu melaksanakan ibadah ziarah ke Masjid Nabawi dengan berjalan kaki.

Kementerian Haji dan Umrah RI kembali mengimbau kepada seluruh jemaah, terutama para lansia, untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika mulai merasakan gejala sakit. Pemantauan dini di klinik satelit ini menjadi kunci utama untuk mencegah kondisi jemaah memburuk, sekaligus meminimalkan rujukan ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).

Recent Posts

Dialog Publik di Palu Soroti Peluang Kader PMII Pimpin PBNU

MONITOR, Palu - Kontestasi menuju Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat di berbagai…

3 jam yang lalu

Politisi PDI Perjuangan Ultimatum Menteri ESDM: Evaluasi IUP Bermasalah di Aceh Sebelum 17 Agustus

MONITOR, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, mendesak Menteri Energi dan Sumber…

13 jam yang lalu

Evaluasi Haji Tak Boleh Berhenti di Laporan, Menhaj Dorong Perbaikan Sistem

MONITOR, Denpasar - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji…

13 jam yang lalu

Makesta Raya Perkuat Ideologi Aswaja dan Tradisi NU di Kalangan Pelajar Yayasan Al Fattah Tegalgandu

MONITOR, Brebes – Ratusan peserta didik baru SMP NU dan SMA NU Al Fattah Tegalgandu…

1 hari yang lalu

Legislator Sambut Baik Putusan MK soal Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Minta Operator Segera Sesuaikan Layanan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi…

2 hari yang lalu

Waka DPR Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting dan Punya Kesempatan Sekolah yang Baik di Momen HAN 2026

MONITOR, Jakarta - Masih dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli,…

2 hari yang lalu