MONITOR, Malang – Tekun dan Ulet, itulah yang mengantarkan Sriyani (51) brsama Suami Ponadi (55) kepada kesuksesan menjadi pengusaha pengolahan singkong
Ya, dari hasil usaha pengolahan singkong, pasangan sumi istri di Kecamatan Sukun Kelurahan Kedung Kandang Malang Jawa Timur itu telah mampu menunaikan ibadah haji, menyekolahkan anaknya hingga kejenjang perkulihan.
“Sudah berangkat haji, sunatan anak, sudah kuliah, sudah kerja,” katanya.
Bahkan, lanjut Sriyani kini pasangan suami istri itu tengah mempersiapkan diri untuk kembali menunaikan ibadah haji.
“Mau dua kali, anak-anak sudah ada yang naik haji,” Tuturnya.
Sriyani menurutkan, pabrik pengelolahan singkong yang telah beroperasi selama 27 tahun itu membutuhkan cukup banyak bahan baku setiap harinya. Yaitu 1 sampai 1 setengah ton tiap harinya.
“Kalau 1 bulan omzetnya kurang lebih 10 juta itu bersih semua. Kan gak setiap hari, tergantung permintaan,” pungkasnya.
MONITOR, Bangkok — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…
MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman…
MONITOR, Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International Labour Organization…
MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…
MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…