PEMERINTAHAN

Gerak Cepat Usai Arahan Mentan Amran, SBM Kini Lebih Terjangkau bagi Koperasi Peternak

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman untuk meringankan beban peternak ayam rakyat ditindaklanjuti secara konkret. Setelah mendengar langsung keluhan peternak terkait tingginya biaya pakan dalam Rapat Koordinasi Perunggasan di Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma, Surabaya, 11 Agustus 2026, kini akses pembelian bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) dibuka lebih luas bagi koperasi peternak melalui PT Berdikari.

Dalam pertemuan di Surabaya, Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan peternak rakyat menanggung tekanan biaya produksi sendirian. Pemerintah juga telah meminta Satgas Pangan melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi permainan harga bahan pakan yang merugikan peternak.

“Kami sayang pengusaha, kami sayang peternak kecil. Kami di tengah, bagaimana tumbuh bersama,” tegas Mentan Amran dalam pertemuan tersebut.

Sepekan setelah pertemuan di Surabaya, PT Berdikari bersama Koperasi Produsen LPER pada 18 Agustus 2026 telah memulai kerja sama penyediaan 5.000 ton SBM untuk peternak rakyat di berbagai daerah. Skema tersebut diarahkan untuk memperpendek rantai pasok dan memperluas akses peternak terhadap bahan baku pakan.

Tindak lanjut kemudian diperluas. Pada Senin (24/8/2026), PT Berdikari menggelar pertemuan daring bersama perwakilan koperasi peternak dari berbagai daerah untuk membahas mekanisme penyediaan SBM secara langsung kepada koperasi, khususnya yang menaungi peternak mikro dan kecil.

Dalam pertemuan tersebut, PT Berdikari menyampaikan kesiapan menyediakan hingga 30.000 ton SBM sampai Desember 2026 untuk memenuhi kebutuhan koperasi peternak. Sebanyak 20.000 ton disiapkan melalui titik pengambilan di Cigading, Banten, sedangkan 10.000 ton lainnya melalui Teluk Lamong, Surabaya.

SBM tersebut tersedia dalam kemasan karung 50 kilogram dengan harga yang disampaikan dalam rapat sebesar Rp8.630 per kilogram loco gudang, atau barang berada di atas truk pada titik pengambilan.

Angka tersebut berada di bawah kisaran harga Rp9.200–Rp9.700 per kilogram yang sebelumnya dikeluhkan sejumlah peternak pada awal Agustus. Meski biaya akhir yang diterima koperasi tetap akan dipengaruhi lokasi dan ongkos distribusi masing-masing daerah, pembukaan akses ini memberikan alternatif pasokan yang lebih terukur bagi peternak.

Selain akses harga, PT Berdikari juga memberikan mekanisme pembelian yang lebih ringan. Koperasi tidak diwajibkan membayar uang muka atau down payment (DP). Masing-masing koperasi cukup mengonsolidasikan kebutuhan anggotanya hingga Desember 2026, mengajukan kebutuhan tersebut, kemudian melakukan pengambilan secara bertahap berdasarkan purchase order (PO).

General Manager Sales and Marketing PT Berdikari, Dheni Kamavina mengatakan skema tersebut disiapkan agar koperasi dapat memperoleh pasokan sesuai kebutuhan riil anggotanya.

“Kami memfasilitasi koperasi yang membutuhkan SBM atau bungkil kacang kedelai melalui PT Berdikari. Koperasi dapat menyampaikan kebutuhan sampai dengan Desember 2026, kemudian pengambilan dilakukan berdasarkan PO,” ujar Dheni.

Menurutnya, mekanisme melalui koperasi penting karena kebutuhan peternak mikro dan kecil dapat dikonsolidasikan sehingga pembelian bahan baku tidak harus dilakukan sendiri-sendiri. Dengan volume yang terkumpul, akses terhadap pasokan juga menjadi lebih pasti dan terencana.
Langkah tersebut sekaligus menjawab aspirasi peternak yang sebelumnya meminta pemerintah memastikan bahan baku pakan tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemerintah tidak hanya mengawasi tata niaga, tetapi juga mendorong tersedianya jalur pembelian yang dapat langsung dimanfaatkan peternak melalui kelembagaan koperasi.

Kementan sebelumnya juga telah menegaskan bahwa keterlibatan PT Berdikari dalam tata kelola SBM tidak dimaksudkan menutup peran swasta. Pemerintah menyebut rekomendasi pemasukan SBM juga telah diberikan kepada 18 importir sejak 8 Mei 2026. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus menciptakan tata niaga yang lebih sehat dan berpihak pada keberlanjutan peternak.

Ketua Koperasi Bina Peternak Karya Bersama (BPKB), Eti Marlina, menyambut positif dibukanya akses tersebut. Menurutnya, kepastian memperoleh SBM langsung melalui mekanisme koperasi menjadi langkah penting untuk membantu peternak mikro dan kecil yang selama ini sangat sensitif terhadap perubahan biaya pakan.

“Kami berharap akses pembelian SBM melalui PT Berdikari ini benar-benar dapat dimanfaatkan koperasi peternak mikro dan kecil. Dengan adanya akses langsung, koperasi bisa mengonsolidasikan kebutuhan anggotanya sehingga pasokan bahan baku pakan lebih terjamin dan beban biaya pakan peternak dapat ditekan,” kata Eti.

Bagi pemerintah, langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan persoalan perunggasan secara menyeluruh. Biaya produksi peternak harus ditekan melalui pengendalian pakan dan penyediaan bahan baku, sementara pada sisi hilir penyerapan telur juga terus diperkuat agar peternak memperoleh kepastian pasar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda sebelumnya menegaskan bahwa pesan Mentan Amran sangat jelas, yakni peternak rakyat harus dilindungi. Kementan karena itu terus mengawal kebijakan dari sisi biaya produksi sekaligus penyerapan hasil peternakan.

Pembukaan akses 30.000 ton SBM tersebut menjadi bukti bahwa aspirasi yang disampaikan peternak saat rapat di Surabaya terus ditindaklanjuti. Pemerintah selanjutnya akan mengawal realisasi penyalurannya, termasuk memastikan koperasi benar-benar memperoleh akses, distribusi berjalan, serta manfaatnya dirasakan sampai di tingkat peternak.

Menurut Kementan, penyediaan SBM melalui koperasi akan terus dikawal agar tidak berhenti sebagai komitmen di atas kertas, tetapi benar-benar menekan beban produksi dan menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat. (*)

Recent Posts

Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International Labour Organization…

15 jam yang lalu

Dalam Sepekan, Arahan Mentan Amran Jadi Langkah Konkret Lindungi Peternak Ayam Ras Petelur

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman…

15 jam yang lalu

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

3 hari yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

3 hari yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

4 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

5 hari yang lalu