Perseteruan Menkumham dan Wali Kota Tangerang, DPR: Sangat Tidak Elok Dimata Masyarakat

28
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera (dok: Rangga Monitor)

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyayangkan dan menilai sangat tidak elok perseteruan antara Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah harus sampai terekspose oleh publik.

“Tidak elok dan arif lah pejabat publik baik level pusat atau daerah berseteru begini, sampai ke publik, bahkan ke polisi,” kata Mardani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/7).

Menurut dia, tiap pejabat baik level pusat atau daerah mesti punya akhlaq yang baik, “Pemimpin harus menjadi panutan bagi masyarakat,” tegasnya.

Legislator Fraksi PKS ini pun menyarankan sebaiknya setiap masalah dapat didiskusikan dengan kepala dingin dan kembalikan segala permasalahan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Jangan sekali-kali, sambung dia, mengikuti kemarahan dan ego subjektif masing-masing pihak. 

“Sejuk kalau para pejabat menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan mengembalikan segala sesuatunya sesuai tata aturan dan prosesur yang berlaku,” papar dia.

Mardani berharap keduanya bisa menyelesaikan masalah ini secara baik-baik, “Meminta maaf adalah perbuatan para kesatria. Tapi memaafkan, adalah ciri manusia dewasa. Semoga persoalan ini segera selesai dan semua bisa fokus lagi melayani masyarakat,” pungkas Mardani.

Seperti diberitakan sebelumnya, perserseteru antara Menkumham dan Walikota Tangerang berawal dari saling sindir. Yassona menyebut Pemerintah Kota Tangerang menghambat penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) lahan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham). 

Lalu, menanggapi pernyataan itu, Wali Kota Arief lantas menghentikan pelayanan publik di lingkungan Kantor Kemkumham Tangerang. Dan kemudian berujung keduanya saling melaporkan ke polisi untuk mengetahui siapa yang benar dan salah.