ADPRIL Deklrasi Tangkal Kecurangan Pemilu dan Pilpres 2019

1005
Advokat Independen untuk Pemilu Jujur dan Adil (ADPRIL).

MONITOR, Jakarta – Sejumlah advokat  yang berlatar belakang dari berbagai organisasi sepakat membentuk Advokat Independen untuk Pemilu Jujur dan Adil (ADPRIL).

Diinisiatori oleh mantan dan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Hamdan Zoelva, ADPRIL di deklarasikan untuk menangkal di Pilpres dan Pemilu 2009 mendatang.

Dalam keterangan persnya, Hamdan Zoelva yang menjabat sebagai Dewan Penasehat ADPRIL menjelaskan sejatinya ADPRIL lahir sebagai bentuk keresahan para advokat terkait perkembangan politik dan kehidupan demokrasi belakangan ini terutama yang berhubungan dengan persoalan hukum.

“Para advokat prihatin dengan kondisi dan situasi demokrasi yang saat ini berkembang di Indonesia. Dimana munculnya dua pasangan calon presiden telah membelah masyarakat menjadi dua blok yang saling berhadap-hadapan,” jelas Hamdan

Hamdan pun mengatakan, saat ini jurang pemisah antar dua kelompok masyarakat semakin nyata dan terang, dengan munculnya
hoaks , kampanye hitam dan bentuk-bentuk propaganda yang menyesatkan public.

Jika situasi tersebut tidak segera diatasi, dikhawatirkan perpecahan masyarakat akan terus berlanjut bahkan ketika pesta demokrasi itu telah berakhir.

Karenanya, ADPRIL memanggil advokat Indonesia untuk bergabung dalam gerakan moral ini. Siapapun dan dimana pun advokat berada, terutama advokat yang independen dalam arti tidak tergabung dalam tim pemenangan salah satu pasangan capres/cawapres, serta tidak mencalonkan diri menjadi anggota legislative, bisa bergabung dalam ADPRIL.

“Mari kita bersama-masa menciptakan pemilu yang jujur dan adil dengan cara memerangi hoaks, kampanye hitam dan ujaran kebencian serta mencegah terjadinya pelanggaran baik yang dilakukan oleh penyelenggara, peserta maupun masyarakat,” lanjutnya.

Senada juga disampaikan Muhammad Ismak, Dewan Penasehat ADPRIL. Advokat menurutnya perlu turun tangan untuk ikut mengatasi persoalan-persoalan yang ditimbulkan oleh penyelenggaraan pemilu.

“Kita harus ikut mengawasi dan mengontrol jalannya pemilu. Juga mengontrol penyelenggara pemilu agar jujur dan adil,” katanya.

Ismak mengingatkan bahwa sejatinya demokrasi tidak perlu dibangun dengan amarah, dengan hoaks dan kampanye hitam. Demokrasi harus dibangun dengan apik, rasa kebersamaan, rasa persatuan, dan mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan.

ADPRIL lanjut Ismak hadir sebagai organisasi independen yang berdiri ditengah-tengah untuk memberikan pandangan atas dasar hukum, kebenaran dan prinsip keadilan. ADPRIL juga hadir mendidik masyarakat untuk melihat setiap persoalan dengan jernih tanpa pretense karena pilihan politik, sehingga masyarakat memperoleh sumber terpercaya untuk melihat masalah yang terjadi.

“ADPRIL hadir sebagai lembaga independen yang akan mengawal jalannya pemilu 2019 agat tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip rule of law,”pungkasnya.