DPW FKDT Jateng Usulkan Guru Madrasah Diniyah Terima Insentif Rp1 Juta per Bulan dari APBN

MONITOR, Semarang – Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Jawa Tengah menyampaikan aspirasi ribuan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) agar memperoleh perhatian yang sama dalam kebijakan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan Kementerian Agama.

Aspirasi tersebut disampaikan Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, Akhmad Sururi, dalam kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026).

Di hadapan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Abdul Wachid, Sururi meminta agar rencana pemberian insentif sebesar Rp1 juta per bulan bagi tenaga pendidik di bawah Kementerian Agama juga mencakup guru Madrasah Diniyah Takmiliyah yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan keagamaan masyarakat.

Menurutnya, peran guru MDT sangat strategis dalam membentuk generasi yang berakhlak dan memiliki dasar keagamaan yang kuat. Namun, sebagian besar guru MDT masih mengabdikan diri dengan kondisi kesejahteraan yang terbatas.

- Advertisement -

“Banyak guru MDT yang pagi hari bekerja sebagai petani, pedagang, buruh, maupun profesi lainnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sore harinya mereka mengajar di madrasah diniyah dengan penuh keikhlasan dan pengabdian,” ujar Sururi.

Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat guru MDT yang juga mengajar di lembaga pendidikan formal, tidak sedikit guru yang sepenuhnya mengabdikan dirinya pada pendidikan diniyah nonformal dan selama ini belum memperoleh perhatian yang memadai dari negara.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Abdul Wachid memastikan bahwa guru Madrasah Diniyah Takmiliyah masuk dalam skema pemberian insentif yang tengah diperjuangkan DPR bersama pemerintah.

“Anggaran Rp1 juta per bulan untuk guru madrasah itu juga termasuk guru Madrasah Diniyah Takmiliyah,” tegas Abdul Wachid.

Politikus asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah II itu mengaku memiliki kedekatan emosional dengan pendidikan madrasah diniyah karena pernah menempuh pendidikan di MDT sejak tingkat Awaliyah, Wustha hingga Ulya.

“Saya juga dulu belajar di Madrasah Diniyah. Pagi sekolah formal, sore belajar di madrasah diniyah. Karena itu saya memahami betul pentingnya peran guru-guru MDT dalam membentuk karakter dan akhlak generasi bangsa,” katanya.

Abdul Wachid menilai peningkatan kualitas pendidikan Islam tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kesejahteraan tenaga pendidiknya. Menurutnya, profesionalisme guru akan tumbuh lebih baik apabila didukung oleh perhatian dan penghargaan yang layak dari negara.

Di hadapan peserta kunjungan kerja, ia mengungkapkan bahwa program insentif sebesar Rp1 juta per bulan bagi tenaga pendidik di lingkungan pendidikan Islam, baik formal maupun nonformal, direncanakan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2027.

“Kita ingin seluruh pendidik di bawah Kementerian Agama mendapatkan perhatian yang lebih baik. Guru madrasah, termasuk guru MDT, memiliki kontribusi besar dalam pembangunan karakter bangsa,” ujarnya.

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang mewakili Gubernur Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi VIII DPR RI terhadap berbagai isu pendidikan dan keagamaan di Jawa Tengah.

Ia juga memastikan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap para pegiat keagamaan tetap berlanjut. Menurutnya, kuota bantuan bagi pegiat keagamaan masih dipertahankan seperti tahun sebelumnya, meskipun proses pencairannya saat ini masih menunggu penyesuaian akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, M.A., menyampaikan laporan perkembangan lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama. Data yang dipaparkan meliputi jumlah lembaga dan tenaga pendidik pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), serta pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi perjuangan peningkatan kesejahteraan guru MDT yang selama ini berkontribusi besar dalam pendidikan keagamaan masyarakat namun kerap berada di luar sorotan kebijakan nasional.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER