Kunjungi Korban Kebakaran di Jakbar, Ini Cara Sandi Ambil Hati Warga

1008
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi korban kebakaran di kawasan Tambora Jakarta Barat

MONITOR, Jakarta – Kebakaran yang terjadi di Wilayah Jakarta Barat, tepatnya di Tambora, Kamis (3/1) lalu, mendapat perhatian dari Sandiaga Uno. Calon Wakil Presiden nomor urut 02 ini, berkesempatan mengunjungi para korban kebakaran, Kamis (10/1).

Didampingi calon legislatif (caleg) Partai Gerindra, Inggard Joshua, Sandi pun berkeliling melihat kondisi para korban.

Kedatangan Sandi pun langsung disambut gembira oleh para korban kebakaran. Warga korban kebakaran pun tak sungkan-sungkan untuk bercerita ataupun mencurahkan penderitaan karena semua harta bendanya gosong dilalap si jago merah.

“Ibu bapak kenal saya kan? Saya Sandi Bu,” sapa Sandi kepada para warga korban kebakaran.

Disapa Sandi seperti itu, warga pun langsung menjawabnya.

“Kita kenal sama Pak Sandi. Karena Pak Sandi sekarang calon wakil presiden,” teriak salah seorang warga.

Bahkan ada ibu-ibu paruh baya warga korban kebakaran ada yang memegang tangan dan mencoba memeluk Sandi, seraya menangis menceritakan penderitaannya.

“Sabar ya bu. Yang terpenting keluarga selamat semua kan bu,” jawab Sandi seraya mengusap punggung wanita paruh baya itu.

Sandi pun mengajak semua korban kebakaran memanjatkan doa agar diberikan kesehatan dan cepat pulih dari musibah yang dihadapi. “Mari kita doa bersama, Al Fatihah,” kata Sandi sembari menengadahkan kedua tangannya.

Hal senada diungkapkan Inggard Joshua, caleg Gerindra yang mendapingi Sandi saat berkeliling melihat korban kebakaran ini pun, mengajak warga yang terkena musibah kebakaran agar bersabar.

“Yang sabar ya semuanya, nanti saya akan coba bantu menyampaikan kepada Pak Walikota dan Dinas Perumahan, apa yang menjadi keluhan Ibu Bapak supaya didengar, ” pungkas Inggard.

Sekedar diketahui, musibah kebakaran terjadi di Jakarta Barat menghanguskan 30 rumah, akibatnya 180 warga kehilangan tempat tinggal. Kini para korban yang telah kehilangan rumahnya harus mengungsi di halaman Kantor Kelurahan dan Gereja Kristen Jakarta setempat.