Categories: DAERAHJABAR-BANTEN

Padil Karsoma: Purwakarta Akan Maju Kalau Diurus Dengan Benar

MONITOR, Purwakarta – Calon Bupati Kabupaten Purwakarta, Padil Karsoma telah resmi menjadi peserta pilkada dengan mendapat nomor urut satu. Angka satu baginya cukup membahagiakan, itu lantaran, selain mudah diingat dan gampang dicari, tentunya semuanya juga mau nomor satu dan yang pasti tidak ada yang mau dinomorduakan. Demikian ungkap mantan Sekda Purwakarta ini sambil santai. Pribadinya yang santun dan tawadu’ membuat candaan yang disampaikannya diangguki para pendengarnya dengan rileks.

Ya, Padil memang kerap berkumpul dengan para relawannya di Posko Relawan di kawasan sekitaran alun-alun Kota Purwakarta. Bahkan, Alphard putih yang biasa ia tunggangi seharian ini, Rabu (14/2) terparkir di markas pemenangannya itu.

Dalam dialog dengan para relawan dari berbagai pelosok di Purwakarta, Padil menjelaskan dengan gamblang mengatakan, jika diurus dengan benar Kabupaten Purwakarta akan maju, melesat dan  dikenal. Bukan dikenal karena air mancur atau patungnya tetapi karena penataannya yang baik, pariwisata yang nyaman dan kuliner yang maknyos.

“Letak Kabupaten Purwakarta itu sangat-sangat strategis. Transportasinya lengkap, ada jalur kereta api, jalan raya yang bagus, ada jalan toll dengan tiga exit. Seharusnya Purwakarta bisa menarik pengunjung yang mau ke Bandung. Di sana kan macet,” ujarnya.

Karenanya, Padil menyampaikan rencananya kepada semua relawan untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat. Rencana pertama yang ia akan dilakukan yaitu pembenahan, perbaikan dan perubahan atas kekurangan-kekurangan dan kelemahan di kepemimpinan periode lalu. Maayarakat diminta menyampaikan apa saja kekurangan itu, siapa tahu ada yang belum terdeteksi.

Kedua, akan dilakukan pembangunan infrastruktur yang rusak. Ini prioritas utama. Tidak boleh ada ketimpangan antar kawasan. Satu kawasan maju yang lain tertinggal bahkan terisolir. Pembangunan fasilitas publik yang urgen akan jadi prioritas seperti sarana pendidikan, pemerintahan, olah raga dan perpustakaan desa. “Kami tidak akan membangun patung, buat apa? Mending uangnya buat kesejahteraan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Berikutnya adalah pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja untuk mengurangi angka atau syukur bisa menghilangkan pengangguran. “Banyak pabrik di kita ini, harusnya orang Purwakarta tidak banyak yang nganggur. Karenanya kita akan latih dan bentuk tenaga kerja yang punya skill, agar bisa bekerja atau membuat lapangan kerja sendiri,” pungkasnya.

Recent Posts

Siap-Siap! Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…

11 jam yang lalu

Kemenhaj Salurkan Bantuan Sosial bagi Warga Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…

11 jam yang lalu

Prof Rokhmin: Tinggalkan Ekonomi Bahan Mentah, Masuk Era Innovation-Based Blue Economy

MONITOR, Jakarta - Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan…

19 jam yang lalu

Kemnaker Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi

MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…

1 hari yang lalu

Kemenag Satukan Organisasi Profesi Guru Lintas Agama dalam Satu Konfederasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…

1 hari yang lalu

FORMIT Palu Galang Dana untuk Korban Bencana NTT, Serukan Solidaritas Indonesia Timur

MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…

2 hari yang lalu