DAERAH

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Langkah cepat dilakukan untuk memastikan perlindungan masyarakat sekaligus mencegah potensi penyebaran lebih luas.

Begitu laporan diterima pada Rabu malam, 6 Mei 2026, Balai Besar Veteriner (BBV) Maros langsung berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros serta Dinas Kesehatan setempat. Keesokan paginya, tim gabungan turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi, pengambilan sampel, dan penanganan lapangan.

Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa pemerintah tidak menunggu lama dalam menangani kasus yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak ke lapangan. Penanganan cepat menjadi kunci agar potensi penyebaran bisa dikendalikan sejak awal,” ujar Hendra di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.

Menurut dia, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, dinas kesehatan, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat agar penanganan berjalan terpadu dan efektif.

Kepala Balai Besar Veteriner Maros, Agustia, mengatakan proses investigasi dan pengujian laboratorium dilakukan secara cepat untuk mendukung langkah penanganan di lapangan, terutama bagi korban gigitan.

“Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak kejadian, BBV Maros sudah berhasil menguji sampel otak anjing yang menggigit dan hasilnya positif rabies dengan metode uji Fluorescent Antibody Technique (FAT) dan Seller’s. Kecepatan hasil uji sangat penting untuk penanganan korban gigitan oleh Dinas Kesehatan setempat,” ujar Agustia.

Anjing liar yang diduga menggigit warga ditemukan dalam kondisi mati dan telah diamankan untuk mencegah risiko lanjutan, kemudian dibawa ke laboratorium BBV Maros untuk pengujian rabies.

Sebagai langkah antisipasi, vaksinasi rabies darurat langsung dilakukan terhadap hewan penular rabies (HPR) di sekitar lokasi kejadian. Vaksinasi dilakukan di sejumlah desa sekitar Kecamatan Camba.

Di Desa Cempaniga dilakukan vaksinasi terhadap 25 ekor anjing dan satu ekor kera. Di Desa Cenrana, sebanyak 20 ekor anjing divaksin. Sementara di Desa Sawaru dilakukan vaksinasi terhadap dua ekor anjing dan di Desa Pattiro Deceng satu ekor kucing turut mendapatkan vaksin rabies.

Selain vaksinasi hewan, seluruh korban gigitan yang tercatat sebanyak enam orang telah mendapatkan penanganan medis dan vaksin anti rabies (VAR) dari Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap rabies dengan melakukan vaksinasi rutin pada hewan peliharaan.

“Kita juga mengimbau agar warga tidak melepasliarkan hewan peliharaan tanpa pengawasan,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian segera menyalurkan tambahan vaksin rabies untuk Kecamatan Camba dan sekitarnya. Dari kebutuhan awal sebanyak 500 dosis, pemerintah menyiapkan dukungan lebih besar hingga 1.000 dosis guna memperkuat respons cepat pengendalian.

Selain vaksinasi, Kementerian Pertanian juga memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies, penanganan gigitan hewan penular rabies, serta pentingnya vaksinasi hewan peliharaan secara rutin.

Kementerian Pertanian menegaskan pengendalian rabies menjadi bagian penting dari perlindungan kesehatan masyarakat dan akan terus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu bersama seluruh pihak terkait.

Recent Posts

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memproses penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah…

12 jam yang lalu

Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri

MONITOR, Cikarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia…

13 jam yang lalu

Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

MONITOR, Bandung – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mentransformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di…

15 jam yang lalu

Jasa Marga Sabet Dua Penghargaan PR di Indonesia Public Relations Summit 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali meraih pengakuan nasional atas implementasi strategi komunikasi…

15 jam yang lalu

Alsintan Gerakan Ekonomi Desa, Kaum Muda Mulai Lirik Pertanian

MONITOR, Serang - Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian tidak hanya mendorong…

15 jam yang lalu

Survei IPO: Prabowo Masih Pimpin Elektabilitas Capres, AHY Cawapres

MONITOR, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto masih menjadi tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat apabila…

16 jam yang lalu