Ketua DPR RI Puan Maharani, saat ditemui Parlementaria di Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/6/2026). Foto: Sari/Karisma
MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Ia pun mendorong agar pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP) fokus pada pelatihan manajerial saja.
“Pertama-tama kami di DPR menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban dalam rangka pelaksanaan hal tersebut,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Seperti diketahui, 5 peserta SPPI program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Puan mengingatkan agar tidak lagi terjadi peristiwa seperti ini.
“Jangan sampai hal tersebut kemudian terulang kembali,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Puan pun mendukung langkah Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang menghentikan format Latihan Dasar Militer (Latsarmil) SPPI dan menggantinya menjadi program Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
Evaluasi itu dilakukan oleh Kemhan menyusul kematian lima peserta Latsar SPPI KDKMP/KNMP akibat masalah kesehatan.
Puan berpesan agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh demi memastikan program berjalan maksimal.
“Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh,” ujar Puan.
Lebih lanjut, mantan Menko PMK ini mengimbau agar pelatihan bagi peserta SPPI dilakukan sesuai tugas yang akan diemban mereka. Termasuk bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih, yang menurut Puan, seharusnya latihan berfokus hanya pada kegiatan manajerial.
“Rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan ya yang sesuai diharapkan,” jelasnya.
“Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan. Nanti akan kami tindaklanjuti. Kita lihat dulu,” tutup Puan.
Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai polemik terkait penempatan pengacara Razman Arif Nasution…
MONITOR, Jakarta — Memasuki hari operasional ke-71 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Selasa (30/6/2026), Kemenhaj…
MONITOR, Jakarta - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengkritik kebijakan pemerintah yang melibatkan taruna…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi soal kasus dugaan intimidasi yang dilakukan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin Rapat Paripurna DPR RI yang ke-22…