PARLEMEN

Puan Imbau Latihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Fokus Pada Manajerial Saja

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Ia pun mendorong agar pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih/Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP) fokus pada pelatihan manajerial saja.

“Pertama-tama kami di DPR menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban dalam rangka pelaksanaan hal tersebut,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Seperti diketahui, 5 peserta SPPI program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil). Puan mengingatkan agar tidak lagi terjadi peristiwa seperti ini.

“Jangan sampai hal tersebut kemudian terulang kembali,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan pun mendukung langkah Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang menghentikan format Latihan Dasar Militer (Latsarmil) SPPI dan menggantinya menjadi program Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

Evaluasi itu dilakukan oleh Kemhan menyusul kematian lima peserta Latsar SPPI KDKMP/KNMP akibat masalah kesehatan.

Puan berpesan agar evaluasi dilakukan secara menyeluruh demi memastikan program berjalan maksimal.

“Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh,” ujar Puan.

Lebih lanjut, mantan Menko PMK ini mengimbau agar pelatihan bagi peserta SPPI dilakukan sesuai tugas yang akan diemban mereka. Termasuk bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih, yang menurut Puan, seharusnya latihan berfokus hanya pada kegiatan manajerial.

“Rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan ya yang sesuai diharapkan,” jelasnya.

“Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan. Nanti akan kami tindaklanjuti. Kita lihat dulu,” tutup Puan.

Recent Posts

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

17 jam yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

2 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

2 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

2 hari yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

2 hari yang lalu