PARLEMEN

DPR Desak Pemerintah Konkretkan Formula Pembiayaan PPPK di Daerah Melalui APBN

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin meminta pemerintah pusat untuk segera mengkonkretkan formula pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di daerah yang fiskalnya lemah agar dibantu oleh pemerintah. Hal ini menyusul masih terjadi persoalan krusial terkait gaji PPPK di daerah.

“Kami mendesak pemerintah pusat untuk mengkonkretkan pembiayaan PPPK di daerah yang fiskalnya lemah agar menggunakan instrumen APBN,” kata Khozin, Rabu (1/7/2026).

Menurut anggota Fraksi PKB itu, tak sedikit pegawai PPPK mendapatkan gaji tak layak dengan mendapatkan 1 juta per bulan bahkan dalam tiga bulan belum menerima gaji sama sekali. Salah satu contoh yang disoroti Khozin adalah kondisi yang menimpa ratusan PPPK di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara.

Berdasarkan informasi, ratusan pegawai PPPK di Bolsel belum menerima gaji selama tiga bulan terakhir. Di samping itu, terdapat juga PPPK yang hanya mendapatkan gaji sebesar Rp 1 juta per bulan.

Khozin mengingatkan, dalam rapat antara Komisi II DPR dengan pemerintah seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) telah diambil kesimpulan agar pembiayaan PPPK dilakukan oleh pemerintah puysat melalui instrumen APBN. Kesimpulan itu diambil dalam rapat kerja awal Juni lalu.

“Khususnya bagi tenaga kesehatan, Guru dan Tenaga Pendidik, serta Tenaga Kependidikan,” jelas Khozin.

Khozin pun menyebutkan, formula pembiyaan terhadap PPPK oleh APBN mendesak dikonkretkan di tengah kondisi fiskal di daerah lemah.

“Pilihannya, pemerintah pusat harus turun tangan untuk mengatasi persoalan gaji PPPK di daerah-daerah,” tegas Anggota DPR dapil Jatim IV (Jember dan Lumajang) itu.

“Ini terkait dengan efektivitas pelayanan publik di daerah agar tetap berjalan,” pungkas Khozin.

Recent Posts

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

18 jam yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

2 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

2 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

2 hari yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

2 hari yang lalu