Categories: HUMANIORAPENDIDIKAN

Komitmen Penerbit Yudhistira Usai Dipanggil KPAI

MONITOR, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah bertemu penerbit Yudhistira, salah satu jasa penerbitan yang mencetak buku IPS kelas VI yang memuat konten 'Jerusalem Ibukota Israel'. Pertemuan ini berlangsung pada Senin (18/12) kemarin pukul 14.00 WIB.

Salah satu komisioner KPAI, Retno Listyarti, menyatakan pihak Yudhistira diwakili oleh Djadja Subadgja. Pertemuan itu, kata Retno, berhasil menghasilkan beberapa kesepakatan. Seperti apa hasil pertemuan antara KPAI dengan Yudhistira, simak lansiran berikut ini.

1. Meminta maaf
Secara sadar, pihak Yudhistira mengakui buku yang diterbitkannya meresahkan banyak orang. Penerbit Yudhistira pun meminta maaf serta mengakui bahwa buku tersebut memuat konten yang keliru. Dimana, pada tabel negara-negara di Benua Asia, tertulis di kolom urutan nomor 7 bahwa ibukota negara Israel adalah Jerusalem.

2. Revisi konten
Perlu diketahui, rupanya buku tersebut belum didaftarkan ke Pusat Buku dan Kurikulum (Pusbukkur Kemendikbud RI). Maka, pihak Yudistira mengklaim bertanggungjawab penuh atas isi buku tersebut. Selain itu, Penerbit Yudhistira mengaku sudah melakukan revisi buku. Adapun revisinya adalah, Ibukota Israel yaitu Tel Aviv dan ibukota Palestina yaitu Jerusalem.

3. Kirim surat klarifikasi
Penerbit Yudistira ternyata sudah mengirimkan surat penjelasan resmi bernomor  12/Pnb-YGI/XII/2017 tertanggal 12 Desember 2017 yang menyatakan, bahwa sumber  data bahwa negara Israel ibukotanya Jerusalem dari world population sheet  2010. Sumber diakui oleh pihak Yudistira sebagai sumber yang tidak tepat digunakan sebagai referensi penulisan sebuah buku. 

4. Tarik buku
Selanjutnya, Penerbit Yudistira berkomitmen akan menarik buku-bukunya dan mengganti buku yang baru yang sudah direvisi. Akan tetapi, saat ini masih terkendala karena akhir tahun dan banyak sekolah sudah sibuk isi rapor dan akan pembagian rapor semester ganjil. Jadi kemungkinan besar, baru bisa menarik dan mendistribusi buku pengganti pada Januari 2018.

Berikut ini perbandingan konten buku pra dan pasca revisi


ket: buku terbitan Yudhistira yang beredar sebelumnya

ket: buku cetakan Yudhistira yang telah direvisi

Recent Posts

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

13 jam yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi UMKM Aceh Bangkit Pascabencana

MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…

18 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

1 hari yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

1 hari yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

2 hari yang lalu