Gus Hery Haryanto Azumi saat bersilaturahmi dengan murid langsung pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy'ari, Mbah Rudi di Bangka Belitung, Minggu (5/7/2026)
MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat, yang akrab disapa Mbah Rudi, di Bangka Belitung. Di usia 107 tahun, sosok yang dikenal sebagai murid langsung pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari, menerima kunjungan silaturahim Gus Hery Haryanto Azumi dalam sebuah pertemuan yang sarat nilai spiritual dan kebangsaan.
Silaturahim tersebut menjadi momentum penting bagi Gus Hery yang tengah berikhtiar maju sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di hadapan Mbah Rudi, Gus Hery memohon doa restu agar diberikan kemudahan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam mengemban amanah serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi Nahdlatul Ulama dan umat.
Dengan penuh ketulusan, Mbah Rudi menyampaikan doa agar setiap langkah perjuangan Gus Hery senantiasa mendapat pertolongan Allah SWT. Ia berharap ikhtiar tersebut dilandasi niat pengabdian, keikhlasan, dan tanggung jawab untuk menjaga marwah organisasi yang didirikan para ulama.
Pertemuan itu juga menjadi ruang pewarisan nilai-nilai perjuangan. Mbah Rudi mengenang sejumlah pesan yang pernah diterimanya secara langsung dari Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari semasa menjadi santri. Menurutnya, pendiri Nahdlatul Ulama itu selalu menanamkan pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, menjaga kejujuran dalam setiap keadaan, bersabar menghadapi ujian, serta bertawakal setelah berikhtiar secara sungguh-sungguh.
“Perjuangan tidak cukup hanya dengan kemampuan, tetapi harus dibangun di atas keikhlasan, kesabaran, dan kedekatan kepada Allah,” menjadi pesan yang terus diingat Mbah Rudi dari gurunya dan diwariskan kepada generasi penerus Nahdlatul Ulama.
Sebagai bentuk kesinambungan sanad amaliah, Mbah Rudi juga mengijazahkan bacaan wirid kepada Gus Hery. Amalan tersebut merupakan wirid yang dahulu diajarkan langsung oleh KH. Hasyim Asy’ari kepada dirinya. Prosesi ijazah berlangsung khidmat dan menjadi simbol terjaganya mata rantai spiritual serta tradisi keilmuan yang telah diwariskan para ulama Nahdlatul Ulama lintas generasi.
Menjelang akhir pertemuan, Mbah Rudi memanjatkan doa pada air kelapa muda yang kemudian diminum oleh Gus Hery. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar Gus Hery senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, kemudahan dalam setiap urusan, serta kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan amanah pengabdian.
Bagi Gus Hery, silaturahim ini bukan sekadar kunjungan kepada seorang sesepuh. Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan di Nahdlatul Ulama harus berpijak pada sanad keilmuan, keteladanan akhlak, serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para muassis dan ulama pendahulu.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan hubungan antargenerasi Nahdliyin. Di tengah berbagai tantangan zaman, warisan nilai, akhlak, dan spiritualitas para ulama tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga khidmat Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan, sosial, dan kebangsaan yang terus berperan bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.
Bagi Gus Hery, doa restu dari seorang murid langsung KH. Hasyim Asy’ari merupakan amanah moral sekaligus penguat spiritual untuk terus mengabdikan diri kepada Nahdlatul Ulama dengan menjunjung tinggi nilai keikhlasan, persatuan, dan pengabdian sebagaimana dicontohkan para ulama pendahulu.
MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…
MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…
MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…
MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…
MONITOR, Tangsel – Momentum libur sekolah dimanfaatkan Jurnalis Filantropi Indonesia (Jufi) untuk menghadirkan aksi sosial melalui program Khitan Holiday…