HUMANIORA

Gus Hery Silaturahim ke Murid Langsung KH Hasyim Asy’ari, Mohon Doa Restu Ikhtiar Maju sebagai Ketua Umum PBNU

MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat, yang akrab disapa Mbah Rudi, di Bangka Belitung. Di usia 107 tahun, sosok yang dikenal sebagai murid langsung pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari, menerima kunjungan silaturahim Gus Hery Haryanto Azumi dalam sebuah pertemuan yang sarat nilai spiritual dan kebangsaan.

Silaturahim tersebut menjadi momentum penting bagi Gus Hery yang tengah berikhtiar maju sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di hadapan Mbah Rudi, Gus Hery memohon doa restu agar diberikan kemudahan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam mengemban amanah serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi Nahdlatul Ulama dan umat.

Dengan penuh ketulusan, Mbah Rudi menyampaikan doa agar setiap langkah perjuangan Gus Hery senantiasa mendapat pertolongan Allah SWT. Ia berharap ikhtiar tersebut dilandasi niat pengabdian, keikhlasan, dan tanggung jawab untuk menjaga marwah organisasi yang didirikan para ulama.

Pertemuan itu juga menjadi ruang pewarisan nilai-nilai perjuangan. Mbah Rudi mengenang sejumlah pesan yang pernah diterimanya secara langsung dari Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari semasa menjadi santri. Menurutnya, pendiri Nahdlatul Ulama itu selalu menanamkan pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, menjaga kejujuran dalam setiap keadaan, bersabar menghadapi ujian, serta bertawakal setelah berikhtiar secara sungguh-sungguh.

“Perjuangan tidak cukup hanya dengan kemampuan, tetapi harus dibangun di atas keikhlasan, kesabaran, dan kedekatan kepada Allah,” menjadi pesan yang terus diingat Mbah Rudi dari gurunya dan diwariskan kepada generasi penerus Nahdlatul Ulama.

Sebagai bentuk kesinambungan sanad amaliah, Mbah Rudi juga mengijazahkan bacaan wirid kepada Gus Hery. Amalan tersebut merupakan wirid yang dahulu diajarkan langsung oleh KH. Hasyim Asy’ari kepada dirinya. Prosesi ijazah berlangsung khidmat dan menjadi simbol terjaganya mata rantai spiritual serta tradisi keilmuan yang telah diwariskan para ulama Nahdlatul Ulama lintas generasi.

Menjelang akhir pertemuan, Mbah Rudi memanjatkan doa pada air kelapa muda yang kemudian diminum oleh Gus Hery. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar Gus Hery senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, kemudahan dalam setiap urusan, serta kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan amanah pengabdian.

Bagi Gus Hery, silaturahim ini bukan sekadar kunjungan kepada seorang sesepuh. Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan di Nahdlatul Ulama harus berpijak pada sanad keilmuan, keteladanan akhlak, serta nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para muassis dan ulama pendahulu.

Momentum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan hubungan antargenerasi Nahdliyin. Di tengah berbagai tantangan zaman, warisan nilai, akhlak, dan spiritualitas para ulama tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga khidmat Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan, sosial, dan kebangsaan yang terus berperan bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.

Bagi Gus Hery, doa restu dari seorang murid langsung KH. Hasyim Asy’ari merupakan amanah moral sekaligus penguat spiritual untuk terus mengabdikan diri kepada Nahdlatul Ulama dengan menjunjung tinggi nilai keikhlasan, persatuan, dan pengabdian sebagaimana dicontohkan para ulama pendahulu.

Recent Posts

JPPI: SPMB 2026 Masih Gagal Menjamin Hak Pendidikan Anak

MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…

2 jam yang lalu

Kampanye Produk Dalam Negeri, Kemenperin Ajak Masyarakat Pakai Peralatan Sekolah Lokal

MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…

5 jam yang lalu

Komisi II DPR Sebut RUU Adminduk Pertegas Transformasi Layanan, NIK Akan Jadi Identitas Tunggal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…

8 jam yang lalu

Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Keberanian Mengubah Paradigma Pembangunan dari Eksploitasi SDA ke Blue Economy

MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…

9 jam yang lalu

MoU Penghentian Perang AS-Iran Dinilai Rapuh

MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…

10 jam yang lalu

Khitan Holiday V Jufi Hadirkan Khitan Gratis untuk Anak di Tangsel, Tebar Manfaat Saat Libur Sekolah

MONITOR, Tangsel – Momentum libur sekolah dimanfaatkan Jurnalis Filantropi Indonesia (Jufi) untuk menghadirkan aksi sosial melalui program Khitan Holiday…

13 jam yang lalu