MONITOR, Karangasem – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang mengamati keberadaan dua lubang asap vulkanis yang mengeluarkan asap tebal di Gunung Agung yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem.
"Lubang Gunung Agung yang pertama menghasilkan asap putih dan lubang kedua mengeluarkan abu kehitaman," terang Kepala Bidang Mitigasi PVMBG I Gede Suantika, sebagaimana diwartakan Antara.
Menurutnya, dua lubang kawah itu terbentuk karena dorongan magma dari perut Gunung Agung yang terus mendobrak keluar hingga menimbulkan retakan dan lubang.
Lebih jauh ia mengatakan, kawah Gunung Agung itu kemungkinan belum penuh dengan magma sehingga belum ada yang keluar dari kawah gunung. Ia menegaskan, proses pengumpulan lava akan terus terjadi ke depannya.
"Gunung Agung masih stabil dengan intensitas cukup tinggi dengan kepulan ketinggian 3.000 meter di atas puncak dengan arah kepulannya ke barat," ujarnya.
Tremor non-harmoni hingga saat ini terus terjadi dengan amplitudo 1-2 mm (minimal 1 mm). Ini merupakan fase kegempaan yang membentuk aliran lava di kawah Gunung Agung.
"Kawah gunung itu lebarnya 900 meter dan tingginya 200 meter. Lava bisa keluar kawah dengan cara meleleh atau seperti air mancur (stormbolian) yang tidak terlalu tinggi, hanya sekitar di dalam kawah saja," jelasnya.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti temuan 14 produk…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan di balik kasus peledakan…
MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…
MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…
MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…