MONITOR, Kandahar – Setidaknya 42 gerilyawan tewas dan 17 lainnya mengalami luka berat akibat serangan udara yang dilakukan militer asing di provinsi Kandahar, Afghanistan, pada Jumat (25/8).
Diduga, serangan tersebut dilakukan para teroris yang tidak menghendaki keberadaan pasukan militer NATO di Afghanistan. Bahkan sebelumnya, pasukan keamanan Afghanistan menerima serangan teror serupa pada Kamis (24/8).
"Ini adalah serangan udara terberat kedua yang dilakukan oleh pasukan asing sejak pengumuman misi baru NATO di Afghanistan," kata Ujar kantor berita Afghanistan, Pajhwok, seperti dilansir dari sputnik pada Sabtu (26/8).
Sebelumnya, pada Januari 2015, NATO mengumumkan misi barunya di Afghanistan untuk melatih dan membantu pasukan keamanan Afghanistan dalam operasi memerangi terorisme di Afghanistan.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengecam keras dugaan kasus pelecehan…
MONITOR, Lumajang - Klaim lonjakan produksi gula BUMN hingga 58% pasca-merger ID Food dan PTPN…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah transformasi sektor manufaktur nasional menuju era industri…
MONITOR, Jakarta — Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyatakan kondisi darurat kekerasan di dunia pendidikan menyusul…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta menyoroti isu tentang perjanjian akses bagi…
MONITOR, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus…