INTERNASIONAL

Perundingan AS-Iran Gagal, Ketum PBNU dan Paus Leo XIV Serukan Solidaritas Global untuk Perdamaian

MONITOR, Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyayangkan kegagalan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan. Ia mengajak seluruh umat beragama dan elemen bangsa untuk bersatu memperjuangkan perdamaian dunia.

“Mengajak segenap umat semua agama untuk menggalang solidaritas dalam perjuangan bersama untuk keselamatan, kesentosaan, dan kesejahteraan seluruh umat manusia,” ujar Gus Yahya, Senin (13/4/2026).

Gus Yahya juga mengapresiasi seruan Paus Leo XIV yang konsisten mendorong dialog dan perdamaian antarbangsa. Menurutnya, upaya mewujudkan koeksistensi damai harus terus diperjuangkan dengan kesabaran dan komitmen bersama.

Ia turut mendorong agar proses perundingan damai dapat dilanjutkan, serta mengapresiasi peran Pakistan sebagai mediator. PBNU berharap Pakistan tetap aktif membawa pihak-pihak yang berkonflik kembali ke meja perundingan.

Selain itu, Gus Yahya meminta Pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk mengambil peran dalam menggalang dukungan internasional guna menghentikan kekerasan dan mendorong solusi damai.

“Meminta Pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo ikut menggalang desakan internasional bagi dihentikannya kekerasan, ditempuhnya jalan damai, serta konsolidasi internasional untuk mengatasi dampak perang, termasuk dukungan terhadap korban sipil dan dampak ekonomi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak konflik bersenjata akan dirasakan secara luas oleh masyarakat global. Karena itu, menurutnya, prioritas utama adalah menghentikan kekerasan secepat mungkin dan mencegah meluasnya konflik.

“Semakin banyak pihak yang terlibat konflik, maka penyelesaiannya akan semakin sulit,” imbuhnya.

Sebelumnya, PBNU juga menginisiasi gerakan penguatan ketahanan sosial dalam menghadapi dinamika global. Upaya ini diawali dengan pertemuan Gus Yahya bersama Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo pada Jumat (10/4/2026) guna memperkuat kolaborasi lintas agama.

Ketua PBNU, Alissa Wahid, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama konkret, terutama dalam penguatan sosial ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

“Kerja sama ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak dari ketidakpastian global,” ujarnya.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya PBNU dalam memperkuat ketahanan sosial nasional sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas di tengah dinamika geopolitik global.

Recent Posts

Kosmetik Bermerkuri Masih Banyak Beredar, Komisi IX DPR Desak Pengawasan Lebih Agresif

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti temuan 14 produk…

8 jam yang lalu

Puan Soroti Isu Perundungan di Balik Kasus Bom Rakitan, Dorong Penguatan Iklim Sekolah Aman Bagi Anak

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan di balik kasus peledakan…

8 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

13 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

15 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

20 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

21 jam yang lalu