INTERNASIONAL

Kemenperin Pacu Kerja Sama Manufaktur Konkret dengan Belarus

MONITOR, Belarus – Hubungan industri antara Indonesia dan Belarus terus menunjukkan progres strategis di tengah dinamika ekonomi global. Langkah ini diambil guna memperkuat daya saing manufaktur, menarik investasi, dan mengamankan rantai pasok industri kedua negara. Belarus, yang memiliki keunggulan kompetitif pada industri alat berat, kendaraan tambang, kargo, serta mesin pertanian, dibidik sebagai mitra potensial bagi Indonesia yang tengah memacu transformasi industri nasional.

Peluang emas tersebut menjadi fokus utama dalam pertemuan bilateral antara Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, dengan Menteri Perindustrian Republik Belarus, Andrei Kuznetsov. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela agenda BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, Tiongkok, akhir Mei lalu.

“Penguatan kerja sama industri perlu diarahkan pada kolaborasi yang konkret dan saling menguntungkan guna mendukung pengembangan sektor manufaktur kedua negara,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan persnya di Jakarta.

Penguatan kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari agenda bersama sejak pertemuan Menperin Agus Gumiwang dengan Wakil Perdana Menteri Belarus, H.E. Viktor Karankevich, di Jakarta pada Desember 2025 lalu. Sejak saat itu, kedua negara intens membuka ruang dialog untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih implementatif di bidang manufaktur dan investasi.

Salah satu agenda utama yang dibahas di Xiamen adalah peluang kerja sama pada industri kendaraan tambang dan kendaraan kargo. Belarus memiliki rekam jejak yang kuat di sektor ini, sehingga dinilai sangat strategis bagi kebutuhan industri domestik Indonesia. Kedua pihak secara khusus membahas kemungkinan pengembangan fasilitas perakitan kendaraan Belarus di Indonesia melalui kemitraan dengan pelaku industri dalam negeri.

“Kami melihat peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret melalui pengembangan investasi, kemitraan industri, transfer teknologi, hingga penguatan rantai pasok yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Dirjen KPAII, Tri Supondy, saat pertemuan bilateral tersebut.

Ia menambahkan, Kemenperin konsisten membuka peluang kerja sama global demi mendukung pertumbuhan industri nasional sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan Indonesia.

Hubungan bilateral yang telah terjalin sejak 1993 ini terus mencatatkan performa positif. Pada tahun 2025, nilai perdagangan nonmigas Indonesia-Belarus mencapai USD221,3 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Belarus melesat signifikan sebesar USD79,6 juta, atau naik 82,57% dibandingkan tahun sebelumnya.

Produk ekspor andalan Indonesia meliputi komponen elektronik, produk sawit, hasil olahan perikanan, tekstil, serta komoditas kopi, kakao, dan teh. Sebaliknya, Indonesia mengimpor pupuk, produk peternakan, bahan kimia, alat ukur, serta traktor dan mesin pertanian dari Belarus. Di sisi investasi, Belarus mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 15,6% pada periode 2023–2025 dengan rata-rata nilai mencapai USD5,3 juta.

Untuk memayungi kerja sama yang lebih luas, kedua negara tengah mempercepat finalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation. Nota kesepahaman ini akan menjadi landasan hukum di berbagai sektor prioritas, mulai dari industri berbasis agro, kendaraan listrik (electric vehicle) dan otomotif, alat berat, kawasan industri, logam, alat kesehatan, kimia-petrokimia, farmasi, pengembangan SDM, industri kreatif digital, Industri 4.0, industri hijau, hingga standardisasi. Diharapkan, MoU ini siap ditandatangani pada momentum kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia mendatang.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang telah ditandatangani pada Desember 2025. Perjanjian ini memberikan tarif preferensial bagi lebih dari 90% produk perdagangan antara Indonesia dan negara anggota EAEU, termasuk Belarus. Pemerintah Indonesia berharap proses ratifikasi domestik dapat segera rampung agar manfaatnya segera dirasakan oleh pelaku usaha.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia menyampaikan kesiapan dan perkembangan persiapan partisipasinya sebagai Partner Country pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 yang akan berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

Keikutsertaan Indonesia sebagai mitra resmi dalam ajang bergengsi tersebut diharapkan menjadi panggung utama untuk mempromosikan kapabilitas industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia, sekaligus menjaring kerja sama investasi baru yang lebih luas, termasuk dengan mitra-mitra strategis asal Belarus.

Recent Posts

Bidik 300 Tenant dan 10 Ribu Pengunjung, Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 Siap Digelar

MONITOR, Madiun - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mendorong penyelenggaraan Expo UMKM &…

2 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan

MONITOR, Makassar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah melalui…

13 jam yang lalu

Dari Aspirasi Komunitas Tuli hingga Masuk MTQ Nasional, Kemenag Terus Kembangkan Al-Qur’an Isyarat

MONITOR, Semarang - Pengembangan Al-Qur’an Isyarat di Indonesia terus bergerak maju, mulai dari aspirasi komunitas…

15 jam yang lalu

Menteri Agama Lantik Dirjen Pesantren Pertama dan Empat Rektor PTKN

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melantik Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren pertama serta empat…

18 jam yang lalu

Kemnaker: UU PPRT Perjelas Hak dan Kewajiban Pekerja Rumah Tangga

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja…

19 jam yang lalu

Kemenhaj Luncurkan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” untuk Perkuat Perlindungan Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meluncurkan hotline pengaduan “Bongkar Mafia Haji dan…

21 jam yang lalu