Jumat, 1 Mei, 2026

Mahasiswa Pascasarjana UNPAM Latih OSIS SMK Darussalam Kepemimpinan Kolaboratif Berbasis Proyek Edukasi

MONITOR, Jakarta – Mahasiswa Program Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan sasaran pengurus OSIS baru di SMK Darussalam 2 Pamulang, Kamis (30/4/2026).

Mengangkat tema “Penguatan Dasar Kepemimpinan dan Komitmen OSIS melalui Pengembangan Konten Edukasi Berbasis Proyek”, kegiatan ini menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus Visi-Misi UNPAM sebagai institusi pendidikan yang humanis dan religius.

“PKM ini menjembatani teori akademik dan realitas sosial. Fokusnya pada inovasi, tanggung jawab sosial, dan pemberdayaan berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan berdaya saing global,” kata Koordinator PKM, Dr. Sri Utaminingsih, S.Pd., S.H., M.M.Pd., M.H.

Bukan One Man Show: Tekankan Tegas, Peduli, Kolaboratif

- Advertisement -

PKM dilaksanakan Mahasiswa Kelas 01MPDM003 Kelompok 20: Ifa Faizah, Mishellia Apriliani Debora Suranti, Lufthansa Chabsoh, Siti Wartini, dan Rusmiati. Kegiatan berlangsung pukul 08.00–10.30 WIB dan diikuti pengurus OSIS baru SMK Darussalam 2.

Turut hadir Ketua Prodi Magister Manajemen Pendidikan Dr. Yulita Puji Lestari, S.H., M.H., serta dosen pendamping Dr. Herdi Wisman Jaya, S.Pd., M.Pd., Dr. Ersam Mahendrawan, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Akhirudin, M.Pd.

Kepala SMK Darussalam 2 Pamulang, H. Muhibudin Mutawali, S.Ag., mengapresiasi pemilihan sekolahnya sebagai lokasi PKM. Ia menilai anggota OSIS baru perlu dibekali dasar kepemimpinan.

“Ilmu dan pengalaman dari kegiatan ini bisa memperkuat komitmen mereka dalam berorganisasi, baik di sekolah maupun masa depan nanti,” ujarnya.

Kepemimpinan Harus Dialami Lewat Proyek Nyata

Tema PKM menekankan kesadaran siswa untuk bertanggung jawab terhadap tugas organisasi dan tidak meninggalkan amanah di tengah jalan. Kepemimpinan tidak cukup dipelajari secara teori, tetapi harus dialami langsung melalui proyek nyata yang berdampak.

Lufthansa Chabsoh, perwakilan Kelompok 20, memaparkan dua pondasi kepemimpinan OSIS. Pertama, kolaborasi tim. “Ketua OSIS bukan one man show, melainkan harus melibatkan anggota agar tercipta tim solid, saling melengkapi, dan merayakan keberhasilan bersama. Kepemimpinan itu tentang kebersamaan dan komitmen untuk saling menguatkan dalam satu tujuan,” tegas Lufthansa.

Prinsip yang ditekankan: Tegas, Peduli, Kolaboratif

Kedua, menjadi problem solver dan role model. Pengurus OSIS diminta tidak terjebak pada keluhan, tetapi menghadirkan solusi lewat ide kreatif, pembagian tugas jelas, serta pemanfaatan konten edukatif di era digital.

“OSIS itu role model, kalian adalah contoh bagi siswa lainnya. Jadi apa yang kalian lakukan akan dilihat dan ditiru. Tunjukkan juga kreativitas kalian dalam memberi solusi,” kata Lufthansa.

Bentuk Budaya Pemimpin Kolaboratif, Bukan Sekadar Seremonial

Dr. Sri Utaminingsih menyebut PKM merupakan tahap awal mahasiswa S2 UNPAM untuk praktik lapangan. Kegiatan dirancang agar teori manajemen pendidikan bisa langsung diaplikasikan sekaligus ditransfer ke siswa.

Melalui PKM ini, pengurus OSIS diharapkan tidak hanya paham teori, tetapi memiliki komitmen kepemimpinan serta kreativitas sebagai agen perubahan di sekolah.

“Kami berharap PKM ini tidak berhenti sebagai seremonial. Harapannya, OSIS SMK Darussalam 2 Pamulang bukan hanya melahirkan pengurus baru, tetapi membentuk budaya pemimpin organisasi yang kolaboratif, disiplin, bertanggung jawab dan memberi manfaat nyata bagi sekolah melalui karya proyek,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER