Kelompok Tani Budidaya Ikan Nila Bioflok Karawang
MONITOR, Karawang – Sebuah kisah inspiratif datang dari Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang. Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Pusaka At Taqwa membuktikan bahwa program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, yang dikenal dengan Astacita, mampu menyentuh langsung ekonomi masyarakat desa.
Pada Minggu (31/5/2026), kelompok ini sukses menggelar panen raya ikan nila sistem bioflok sebanyak 1,2 ton. Keberhasilan ini menjadi sorotan karena Pokdakan Pusaka At Taqwa bertransformasi dari sekadar komunitas pengajian rutin menjadi unit usaha budidaya ikan yang produktif.
Ketua Pokdakan Pusaka At Taqwa, Anwar Sadad atau yang akrab disapa Neko, menuturkan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari dukungan nyata pemerintah. Awalnya, tidak ada anggota kelompok yang memiliki latar belakang sebagai pembudidaya ikan profesional.
“Kami awalnya tidak terpikirkan untuk terjun ke budidaya ikan nila. Namun, berkat bantuan Bapak Presiden Prabowo, alhamdulillah kami memiliki kegiatan yang menghasilkan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program Astacita Bapak Presiden yang merakyat demi tercapainya ketahanan pangan nasional,” ujar Neko.
Dalam panen perdana ini, kelompok tersebut berhasil memanen 12 kuintal (1,2 ton) ikan nila dari delapan kolam bioflok. Ikan yang dihasilkan memiliki kualitas prima dengan rata-rata bobot 250 gram per ekor. Prestasi ini mengantarkan Pokdakan Pusaka At Taqwa menjadi pembudidaya sistem bioflok terbaik ke-2 se-Provinsi Jawa Barat setelah Cirebon.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan intensif oleh penyuluh perikanan dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor, Laila Yunita Indah, S.Pi.
Laila mengakui bahwa ia sempat meragukan keberlangsungan kelompok ini di awal pendampingan. Namun, semangat juang anggota kelompok berhasil mematahkan keraguan tersebut.
“Awalnya saya tidak yakin Pokdakan ini bisa berjalan lama, tapi ternyata saya salah. Mereka punya semangat tinggi dan terbukti sangat kompak. Untuk pembudidaya pemula, apa yang dicapai Pokdakan Pusaka At Taqwa ini sangat sukses dan inspiratif,” ungkap Laila.
Kesuksesan ini menjadi bukti konkret bahwa dukungan pemerintah melalui sistem budidaya bioflok tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga efektif membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka kemiskinan di tingkat desa.
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri…
MONITOR, Mina — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa…
MONITOR, Pesawaran, Lampung - Transformasi pertanian Indonesia tidak bisa lagi bertumpu pada cara-cara konvensional semata.…
MONITOR, BEKASI – Gedung Juang Tambun bukan sekadar bangunan bersejarah. Di tempat yang menjadi simbol…
MONITOR, Lampung Selatan - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya…