PEMERINTAHAN

Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas Wirausaha Muda melalui WIBAWA Grow Day 2026

MONITOR, Surakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat kapasitas wirausaha muda agar menjadi pelaku usaha yang produktif, inovatif, dan mampu menciptakan lapangan kerja sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan program kolaboratif PRO-KESRA Produktif dalam kegiatan Wirausaha Muda Mahasiswa (WIBAWA) Grow Day 2026 bertajuk Berani Mulai, Siap Bertumbuh.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja. Kampus juga harus menjadi tempat lahirnya inovator, pengusaha, dan pencipta lapangan kerja. Tidak semua lulusan harus menjadi pengusaha, namun setiap lulusan wajib memiliki pola pikir kewirausahaan, yakni peka melihat masalah, berani mengambil risiko secara terukur, mampu menghadirkan solusi, serta menciptakan nilai bagi masyarakat,” ujar Riza di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (18/7).

Riza menegaskan Kementerian UMKM hadir untuk memastikan setiap gagasan kewirausahaan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi mampu diuji di pasar, menghasilkan produk yang menjawab kebutuhan konsumen, menerapkan tata kelola keuangan yang disiplin, serta membangun kepercayaan pasar secara berkelanjutan.

“Ide yang baik belum tentu menjadi bisnis yang baik. Ide harus diuji, produk harus menjawab kebutuhan, pasar harus dipahami, keuangan harus dicatat, dan usaha harus terus diperbaiki,” katanya.

Menurut Riza, penyelenggaraan WIBAWA Grow Day 2026 merupakan langkah konkret Kementerian UMKM dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.

Regulasi tersebut menjadi pedoman penguatan ekosistem kewirausahaan nasional melalui kolaborasi antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Kebijakan besar ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada tahun 2029 dan mencapai target optimistis 8 persen pada tahun 2045,” ujarnya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, seluruh rangkaian PRO-KESRA Produktif diintegrasikan dengan SAPA UMKM, platform layanan terpadu milik Kementerian UMKM yang memberikan akses berbagai layanan pengembangan usaha bagi wirausaha.

Riza berharap sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi melalui program ini dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

“Keberhasilan wirausaha masa depan dibangun melalui keberanian mengambil langkah pertama, kedisiplinan menguji pasar, serta kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh melalui dukungan ekosistem yang disiapkan pemerintah,” ujar Riza.

Recent Posts

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…

47 menit yang lalu

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum…

1 jam yang lalu

Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres)…

1 jam yang lalu

Kemnaker Verifikasi Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memverifikasi perusahaan dan instansi pemerintah yang mendaftar sebagai mitra…

10 jam yang lalu

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027 Berhak Lunas, Cek Status dan Siapkan Kesehatan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengumumkan daftar nama jemaah haji reguler yang…

12 jam yang lalu

LSAK Soroti Dugaan Praktik Nepotisme Pengangkatan Anak Menhaj sebagai Tenaga Ahli

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya Komisi…

12 jam yang lalu