PARLEMEN

Harga Daging Sapi Melejit, DPR Desak Operasi Pasar Murah

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv meminta pemerintah memperbanyak program pasar murah untuk menekan kenaikan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menilai ketersediaan pangan nasional, khususnya sembilan komoditas strategis, masih dalam kondisi aman hingga periode setelah Lebaran. 

Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.

“Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional sampai Minggu (15/3) pagi, harga daging sapi kualitas I di tingkat pedagang eceran nasional melebihi HAP dan mencapai Rp146.600 per kilogram,” kata Rajiv dikutip Media, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, harga acuan penjualan (HAP) daging sapi segar atau chilled di tingkat konsumen ditetapkan Rp130.000 per kilogram untuk paha depan dan Rp140.000 per kilogram untuk paha belakang.

Menurut Rajiv, harga yang melampaui batas acuan tersebut perlu segera direspons karena dapat mengindikasikan adanya peningkatan permintaan, kendala distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang terlalu tinggi.

“Lonjakan harga daging yang melewati acuan Rp130.000–Rp140.000 per kilogram tersebut harus dibaca sebagai sinyal adanya kenaikan demand (permintaan) persoalan distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang berlebihan,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah tidak boleh menganggap kenaikan harga tersebut sebagai kondisi yang wajar, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika konsumsi masyarakat meningkat.

“Saya mendorong gerakan pasar murah diperbanyak, karena ini menjadi salah satu solusi cepat untuk mengendalikan harga-harga yang beranjak naik menjelang Lebaran,” tegasnya.

Rajiv juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional karena pemerintah telah memiliki cadangan yang cukup. “Masyarakat jangan khawatir, sejauh ini cadangan pangan kita cukup berlimpah. Bahkan saat ini neraca pangan sembilan komoditas strategis kita hingga April 2026 dalam kondisi surplus,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi pangan setelah Lebaran agar masyarakat tidak menghadapi beban harga yang lebih tinggi di pasar.

Rajiv menambahkan Komisi IV akan terus mengawal kebijakan pangan nasional agar stabilitas pasokan dan harga tidak hanya terlihat dalam neraca nasional, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di pasar-pasar tradisional.

Recent Posts

Dukung Larangan Dapur SPPG Pakai Barang Subsidi, Legislator Minta Kualitas Layanan MBG Tetap Terjaga

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mendukung kebijakan Badan Gizi…

3 jam yang lalu

Doa KH Zulfa Mustofa Iringi Presiden Prabowo di Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi

MONITOR, Batang – Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa memimpin pembacaan doa di hadapan…

10 jam yang lalu

KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional

MONITOR, Bandung – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar KUMITRA Jambore 2026 bertajuk…

12 jam yang lalu

Economic Frontline 2026 Bahas Arah Baru Ekonomi Indonesia di Tengah Menguatnya Peran Negara

MONITOR, Jakarta - Menguatnya peran negara dalam pembangunan ekonomi menjadi salah satu isu paling strategis…

12 jam yang lalu

Waka Komisi V DPR Soal Sengkarut Proyek LRT City: ADCP Harus Tanggung Jawab Atas Konsumen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Iwan Darmawan Aras menyoroti sengkarut proyek…

12 jam yang lalu

Antisipasi Dampak El Nino dan Puncak Kemarau, DPR Dorong BNPB Orkestrasi Pendataan Ancaman Bencana

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menekankan pentingnya sistem…

1 hari yang lalu